loading...
loading...

SUARABMI.COM - Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiatoro dalam penjelasannya mengenai perbaruan kontrak kerja yang harus diketahui dan diteken KDEI menyampaikan kalau hal itu untuk memantau kesejahteraan BMI terutama dalam hal gaji.

Sebagaimana kita ketahui, untuk sektor domestic helper di Taiwan tidak semua gaji disamakan, dimana kontrak lama tetap mengikuti aturan gaji lama dan kontrak baru mengikuti aturan gaji baru yaitu NT 17.000 perbulannya.

"Kenapa TKI harus membuat kontrak kerja baru yang di endors oleh KDEI, itu untuk memastikan bahwa kontrak kerja baru harus minimal sama atau lebih baik dari kontrak kerja lama. Kita ingin mengetahui dan mengontrol apakah benar kontrak kerja itu lebih baik ketimbang kontrak kerja sebelumnya."  ungkap Agusdin di Jakarta saat wawancara dengan perwakilan media dari Taiwan.
[ads-post]
Hal ini sejalan dengan amanat yang dibebankan oleh undang-undang dimana pemerintah harus hadir dalam melakukan pelayanan kepada TKI sebagaimana dijelaskan oleh Agusdin Subiantoro tersebut.

Kontrak kerja yang baru ini harus sesuai dengan standar gaji terbaru di Taiwan untuk sektor domestic yaitu NT$ 17.000 walaupun kontrak sebelumnya hanya NT$ 15.650.

"PK harus mencakup kenaikan gaji jika ada kenaikan gaji sektor informal atau domestic helper" ungkanya.

Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa kedepannya e-KTKLN akan dikembangkan tidak hanya sebagai identitas TKI, namun juga sebagai ATM dan KPA (Kartu Peserta Asuransi).

Berikut video penjelasan dari Deputi Penempatan BNP2TKI mengenai perjanjian kontrak kerja yang harus di endors oleh KDEI dan untuk mengawasi kenaikan gaji.
[youtube src="youtube_video_ID"/]

Deputi BNP2TKI dalam penjelasannya mengenai perbaruan kontrak kerja yang harus diketahui dan diteken KDEI menyampaikan kalau hal itu untuk memantau kesejahteraan BMI terutama dalam hal gaji.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close