DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COMHutang seakan menjadi hal lumrah bagi sebagian orang. Hutang bukan sebuah kebanggaan sebenarnya, tapi lebih hanya hasil dari sebuah himpitan atau desakan hidup yang mau tidak mau memaksa kita untuk berhutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kebutuhan bisa berupa biaya berobat yang tidak bisa ditunda atau lainnya. Bagi buruh migran di Hong Kong ,hutang pi utang bukanlah hal yang asing , hampir semua tahu bagaimana cara berhutang atau cara mendapatkan pinjaman uang dari lembaga atau orang tertentu.

Kebanyakan dari Buruh migran ,mereka akan melakukan pinjaman di sebuah Bank ,seperti Public Finance , atau tempat lain seperti Prime Credit , bahkan rentenir.

Meminjam uang pun dengan persyaratan yang lumayan ringan, tidak seperti di Indonesia. Di Hong Kong ,buruh migran bisa meminjam uang dengan jumlah maksimal pinjaman hingga HK$40.000 atau setara dengan Rp. 60-70juta yang dicicil maksimal 1,5 tahun.
[ads-post]
Persyaratannya hanya membutuhkan HKID ( KTP ) ,Lembaran Kontrak Kerja , Paspor,Surat tagihan listrik atau air dirumah majikan ,nomor telpon rumah majikan dan juga membawa 1 saksi (teman yang dijadikan saksi ,jika kita meminjam uang di Bank atau semacam penyedia pinjaman uang ).

Itulah yang akan menjadi bumerang dan polemik bagi buruh migran sebenarnya , karena adanya saksi saat berhutang.

Bisa kita bayangkan  ketika teman kamu berhutang ke Bank dan kamu di mintai tolong untuk menjadi saksi.

Ya,hanya saksi ,hanya menerima Telpon dan kita bilang "IYA" memang , tapi dampaknya akan sangat luar biasa menyakitkan jika teman kita tidak nertanggung jawab atau lari dari hutang

karena pada akhirnya kitalah yang akan menaggung segala beban yang ditinggalkan teman yang pernah meminta tolong padamu.

Sudah banyak kasus seperti itu yang dialami oleh rekan kita para BMI di Hong Kong , kerja bertahun-tahun hanya untuk membayarkn hutang teman yang lari entah kemana.

Dan lucunya , kejadian ini hampir akan dialami oleh rekan kita , seorang Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang niatnya ingin menagih hutang ke temannya.

Bukan jawaban pasti yang ia dapat , temannya malah ingin meminjam Dokumen miliknya untuk meminjam uang di Bank , sehingga temannya bisa membayar hutang kepadanya.

Lucu banget kan ya? Hemmm..tapi ya berfikir yang positif aja sama teman , toh kota hidup di negara orang , saudara kita ya Teman , teman ya saudara kita. Penulis: Situskartini

Hutang seakan menjadi hal lumrah bagi sebagian orang. Hutang bukan sebuah kebanggaan sebenarnya, tapi lebih hanya hasil dari sebuah himpitan atau desakan hidup yang mau tidak mau memaksa kita untuk berhutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.