SUARABMI.COM - Cerpen yang mengisahkan tentang perjalanan nafsu cinta di formosa. Isinya mengisaratkan agar kita semua tidak mudah termakan bujuk rayu cinta buaya yang sering berakibat fatal kepada TKW khususnya. Dinegara bebas bukan berarti bebas tanpa batas. Berikut cerpennya
---------
Kecantikanmu lebih anggun dari sang Surya, akhlakmu lebih indah dari sekuntum bunga mawar, kelembutan tutur bahasamu lebih terhormat dari pada tetesan embun. Namun sayang semua engkau gadaikan untuk cinta semumu.

Gadis dara, sebulan lalu ia baru saja mendapatkan libur pertamanya. Sekaligus pengalaman pertama di dunia yang serba edan menurut pikiranku. Sebab mereka adalah ladang-ladang pemuas nafsu untuk lelaki sepertiku yang bermodal ketampanan bin dompet kosong sekali kedip duua, tiga cewe jatuh dalam kamar hotel. 

“Hi ...! sendirian mba?” sapaku
“Iya nih!” Jawabnya masih malu-malu
(wah ... ini dia menu tumbal di awal minggu pasti nih cewe abis gajian, yes!) 
“Kenapa mas kok senyum-senyum?” tanya membuyarkan rencana jahatku
“Kenalkan namaku Aril baru satu tahun di Formosa dan ini liburan pertamaku!” modusku 
“Sama dong mas aku juga pertama loh di Taiwan juga baru, oh iya hampir lupa namaku Jasmin” jelasnya mencairkan obrolan. 
“Yes, sudah masuk perangkap” 

*** 
[ads-post]
Lagu dugem morena membuat para penari kacangan menari dengan liar, sebaliknya cewe bernama Jasmin tak jauh dari cumbuan mautku. Seperti pengalaman yang sudah-sudah jika nafsu sudah menguasai segala sendi-sendi apapun di permudah dengan bisikan-bisikan setan  aku membawanya ke tempat penginapan dengan sewa kamar dia yang bayar, cewe kalau sudah nafsu tak menghiraukan lagi berapa lembar warna biru yang akan ia keluarkan. Aku tidak peduli. Aku sungguh bajingan. Ha ... ha ... ha ...

Setibanya di kamar 008, dua pasang setan sedang bergelut nafsu, aku rada agak tega ketika air mata menetes dari bola pingpong mata besarnya dan berkata 
“Mas kalau aku hamil bagaimana?”
“Aku akan bertanggung jawab sayang”
“Tapi ... aku takut mas.”
“Sayang dengarkan detak jantungku, aku sungguh-sungguh ingin menjagamu, jangan takut iya! kan ada mas yang menjagamu” 

Diapun dengan rela merentangkan tubuhnya dengan gratis, setan-setan dan malaikat jahat bersorak ria, bukan aku kalau tidak mampu melumpuhkan hati cewe bukan hanya uang, sewa kamar dia pun yang bayar, benihpun tak lupa aku tinggalkan di rahimnya, lalu aku membuka isi dompet dalam tas nya yang berwarna biru an beberapa lembar untuk membayar ke perjakan aku, aku segera meninggalkan Jasmine yang terkapar lemah karena kalah ronde akan permainanku. 

Sayang sekali Jasmin ... Jasmin ... kamu telah gagal mencari cita-citamu dengan tujuan awalmu ke sini. Jangan salahkan aku yang telah menjadikan pemuas nafsuku. Semoga kamu rela dengan isi benih yang aku titipkan. Semoga di luar sana masih banyak Jasmin lain yang begitu mudah aku dapatkan. 

The End
loading...
loading...

Cerpen yang mengisahkan tentang perjalanan nafsu cinta di formosa. Isinya mengisaratkan agar kita semua tidak mudah termakan bujuk rayu cinta buaya yang sering berakibat fatal kepada TKW khususnya. Dinegara bebas bukan berarti bebas tanpa batas. Berikut cerpennya

Post a Comment

Powered by Blogger.
close