loading...

SUARABMI.COMBerita yang menyebar tentang Sunarsih, 36 tahun, BMI asal Maospati, Magetan, yang sakit di Rumah Sakit Queen Elizabeth, sebenarnya adalah pelanggaran terhadap hukum Hong Kong Privacy Act. Ini karena, Sunarsih tidak pernah memberi izin kondisi kesehatannya diberitakan sembarangan, apalagi juga, dipublikasikan bersama-sama dengan foto saat BMI ini dirawat  di rumah sakit.

“Pokoknya aku nggak terima, soalnya aku nggak pernah kasih izin (untuk kondisi kesehatan dan fotonya diberitakan), apalagi sampai disebar di facebook, aku minta berita itu segera diturunkan,” kata Sunarsih geram, saat dijenguk SUARA di Rumah Sakit Queen Elizabeth, Selasa, 10 Januari 2017.

Terhitung sedikitnya 2 situs internet yaitu Liputan BMI dan lainnya memberitakan bahwa BMI ini sakit kanker kronis dan terbaring tak berdaya hanya setelah 1 bulan bekerja di Hong Kong. Berita yang mengutip sumber tak jelas yaitu ‘perwakilan agen yang tidak mau disebutkan namanya’ itupun menyebutkan secara gamblang kondisi kesehatan BMI ini. Bersama berita itu, juga turut dipublikasikan foto Sunarsih saat dirawat di Rumah Sakit Queen Elizabeth.
[ads-post]
Sunarsih kaget ketika mengetahui adanya berita tersebut, karena BMI ini merasa tak pernah ada media yang menjenguk sebelumnya apalagi meminta izin untuk memberitakan kondisi kesehatannya.

Dengan demikian, berita tersebut sebenarnya telah melanggar hukum Hong Kong yaitu Privacy Act yang melindungi hak-hak privasi seseorang. Privacy Act melarang seseorang termasuk media, memotret apalagi mempublikasikan suasana di dalam rumah sakit-rumah sakit, gedung-gedung pemerintahan, kantor dan rumah pribadi seseorang tanpa izin yang bersangkutan atau pemilik atau petugas yang berwenang.

Selain itu, tindakan mencari tahu apalagi mempublikasikan kondisi kesehatan seseorang tanpa izin yang bersangkutan atau tanpa mengutip pejabat pemerintahan yang berwenang, adalah melanggar hukum Privacy Act di Hong Kong.

Sunarsih, yang meminta SUARA untuk tidak mempublikasikan fotonya ini, mengatakan bahwa dia dan adiknya yang bekerja di Taipo belum memberitahukan kondisi kesehatannya ke keluarga secara gamblang.  Ini karena Sunarsih bermaksud memberitahukan secara pribadi kondisinya kepada sang ibu yang telah uzur dan anak kandung Sunarsih yang masih berumur 12 tahun saat BMI ini telah pulang ke Tanah Air nanti.

“Mereka tadinya hanya tahu saya sakit, dan harus pulang, itu saja,” kata Sunarsih, tercenung.

Berita tentang Sunarsih yang dibuat tanpa izin itupun membuat kaget keluarga terutama ibu dan anak kandung BMI ini di Indonesia.

Sunarsih juga menyanggah isi berita yang mengatakan bahwa dirinya ngotot tak mau pulang ke Tanah Air meskipun telah dipaksa agen. Adik kandung Sunarsih sebelumnya telah menghubungi dua BMI aktivis yaitu Tri dan Adel, yang kemudian langsung menghubungi Christian Action untuk minta bantuan mengurusi hak-hak ketenagakerjaan BMI ini.

Namun berita yang menyebar menyatakan bahwa Sunarsih terlunta-lunta dan ngotot tak mau pulang meskipun telah di-terminate serta visanya hampir habis. Padahal Hukum Imigrasi  Hong Kong mengatur bahwa buruh migran sakit sekalipun telah di-terminate, hanya boleh dipulangkan ke negara asalnya jika dokter telah mengizinkan kondisi BMI telah fit to travel atau mampu menjalani penerbangan pulang.

“Aku sendiri memang mau pulang, yakin, aku sendiri mau dirawat di Surabaya saja,” kata Sunarsih saat menjawab pertanyaan staf Christian Action yang datang menjenguknya.

Pihak agen saat menjenguk Sunarsih, menyanggah pernah memberikan wawancara apapun kepada pihak media manapun. Meski demikian, foto BMI yang sedang terbaring di rumah sakit ini tetap tersebar.

Saat berita ini diturunkan, staf Christian Action telah berkali-kali menjenguk Sunarsih untuk mengurusi hak-hak ketenagakerjaannya sesuai hukum Hong Kong, dan bekerjasama dengan agen dan majikan, telah menyiapkan tiket kepulangan BMI ini dengan ditemani adik kandungnya ke Surabaya nanti. Christian Action juga sedang bekerjasama dengan Migran Aid  agar Sunarsih dapat langsung dibawa ke rumah sakit di Surabaya dari Bandara Juanda, untuk melanjutkan perawatannya secara gratis.*

Editor Aang
Sumber suaraHK

Berita yang menyebar tentang Sunarsih, 36 tahun, BMI asal Maospati, Magetan, yang sakit di Rumah Sakit Queen Elizabeth, sebenarnya adalah pelanggaran terhadap hukum Hong Kong Privacy Act. Ini karena, Sunarsih tidak pernah memberi izin kondisi kesehatannya diberitakan sembarangan, apalagi juga, dipublikasikan bersama-sama dengan foto saat BMI ini dirawat di rumah sakit.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close