loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COMSilahkan tunggu gebrakan terbaru dari Direktorat Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Indonesia pada awal 2017 ini. 

Mereka berencana melarang PPTKIS atau PT mengadakan pelatihan, sehingga tak akan ada lagi kasus penyekapan calon BMI yang akan berangkat keluar negeri atau pelatihan kerja abal-abal.

“Kita sedang susun peraturannya, supaya PPTKIS tidak lagi mengurus pelatihan sehingga jangan sampai ada calon BMI dipaksa masuk penampungan (dengan alasan untuk pelatihan) tapi sebenarnya kerja di rumah orang tanpa dibayar,” kata Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Dirjen Binapenta) Hery Sudarmanto ditemui SUARA, Jumat, (23/12/2016) saat mengunjungi Hong Kong menemui Komisaris Labour Carlson K.S. Chan.

Dirjen Binapenta Hery mengatakan, Kemenaker pada akhir 2016 menggodok peraturan untuk memisahkan peran PT di Tanah Air dengan Balai Latihan untuk calon BMI menjadi dua institusi yang berbeda. “Nanti PT hanya akan mengurus pemberangkatan BMI ke luar negeri saja. Sementara untuk pelatihan, teman-teman bisa pergi sendiri ke Balai Pelatihan atau Desa Migran,” kata Dirjen Heri.
[ads-post]
Kemenaker pada akhir 2016 telah menyiapkan sekitar 50 desa migran di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Binapenta akan mengawal kualitas Balai Pelatihan ataupun Desa Migran tersebut sehingga dapat memberikan pelatihan dengan kurikulum yang jelas dan bersertifikat resmi.

“Dengan memisahkan PT dengan Balai Pelatihan ini, kami harap selain nanti akan bisa mengurangi cost structure (biaya potongan agen),  teman-teman yang berangkat keluar negeri juga benar-benar bisa mendapatkan pelatihan profesional dan saat bekerja keluar negeri itu benar-benar sudah siap,” kata Dirjen Heri.

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 98 tahun 2012, jumlah cost structure untuk calon BMI yang akan bekerja ke Hong Kong adalah HK$ 13.436.

Dari jumlah tersebut, sekitar HK$ 5000 adalah untuk membayar biaya pelatihan selama 600 jam pelatihan dan HK$ 2.727 untuk biaya peralatan dan bahan praktek, serta HK$ 136 untuk biaya ujian kompetensi. Selama ini, semua biaya tersebut dibayarkan ke PT sekaligus dalam potongan agen 6 bulan.

Dengan memisahkan PT dengan Balai Pelatihan,  otomatis para calon BMI pun tidak  harus membayar lagi biaya pelatihan ke PT atau harus masuk penampungan PT. “Jadi teman-teman nanti akan seperti sekolah dulu di Balai Pelatihan supaya benar-benar siap, baru bawa sertifikatnya ke PT untuk diurusi berangkat ke luar negeri,” kata Dirjen Heri.

Rencana ini merupakan bagian program Pemerintahan Jokowi yang bernama Zero Domestic Helper 2017, yang berusaha mengurangi secara perlahan pengiriman BMI PRT ke luar negeri dan menggantikannya menjadi BMI dengan profesi nurse, caregiver, nanny, babby sitter atau cooker bersertifikat resmi. suarahk

Silahkan tunggu gebrakan terbaru dari Direktorat Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Indonesia pada awal 2017 ini.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.