loading...

SUARABMI.COMSeperti yang dilansir dari media lokal Detik, berita yang dimuat tanggal 10 Januari 2017 kemarin, Pimpinan DPR Fahri Hamzah mengeluarkan pernyataan bahwa ada sekitar 500 ribu TKI yang bekerja di Taiwan. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen TKI mengidap HIV.

Selain itu, Fahri juga mengatakan bahwa salah satu permasalahan besar yang dialami oleh TKI Taiwan adalah pelecehan seksual. Fahri mengatakan bahwa dirinya baru membentuk ketua tim pengawas tenaga kerja kemarin, dan sudah banyak mendapat informasi dari luar negeri. Ia menuturkan bahwa mendapatkan data dari report resmi NGO Perth Finder yang pernah menulis bahwa di Taiwan ada sekitar 1.000 tenaga kerja perempuan dan 1.000 anaknya diasuh oleh NGO karena kelahirannya tidak dikehendaki.

Fahri sendiri mengakui adanya kesulitan dalam upaya untuk mengungkap permasalahan para TKI di Taiwan. Kesulitan tersebut karena Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Taiwan, yang berada di bawah kendali negara China. Ia pun juga berencana akan memanggil BNP2TKI dan Kemenaker untuk menjelaskan kasus tersebut.
[ads-post]
Pihak perwakilan RI di Taiwan pun masih menyelidiki hal tersebut dengan meminta data valid dari pihak berwenang pemerintah Taiwan.

Berdasarkan data dari Ministry of Labor (MOL) mengenai jumlah statistik tenaga kerja Indonesia di Taiwan sejumlah 230,000 orang atau sejumlah 41% dari jumlah total keseluruhan tenaga kerja asing di Taiwan yaitu sebanyak 550,000 orang (data dikutip dari pemberitaan CNA Januari 2016). Jadi, hal tersebut sangat tidak masuk akal jika dalam 1 tahun ini, jumlah TKI di Taiwan beranjak naik drastis menjadi 500 ribu orang seperti yang diungkapkan oleh Fahri Hamzah.

Selain itu, Fahri juga mengatakan bahwa permasalahan paling besar TKI di Taiwan adalah pelecehan seksual. Berdasarkan data yang kami dapatkan dari Pengaduan TKI di KDEI, permasalahan yang paling banyak dialami TKI di Taiwan adalah ketidakcocokan dengan majikan, sebanyak 200, dan masalah pelecehan seksual hanya 25. Data kami ambil dari website resmi KDEI https://simpati.kdei-taipei.org/v2/infografik#/simpati.

Selain itu, Fahri Hamzah juga mengatakan bahwa ia mendapatkan data dari NGO Perth Finder. Indosuara pun melakukan pengecekan mengenai organisasi tersebut, tetapi tidak menemukannya. Jika yang dimaksud oleh yang bersangkutan adalah NGO A non-governmental organization yang mengurusi masalah kelahiran dan HIV, adalah NGO Pathfinder, memang organisasi tersebut eksis.

Sedangkan mengenai 30% angka TKI yang terkena HIV di Taiwan, kami melansir data dari Center for Disease Control (http://www.cdc.gov.tw/), dan mendapati bahwa hanya 1,020 orang warga asing yang mengidap HIV (April 2016). Indosuara pun sedang meminta penjelasan kepada Department of NGO International Affairs, MOFA (Kementerian Luar Negeri Taiwan) mengenai klarifikasi data yang sebenarnya dari pernyataan Ketua DPR Indonesia. indosuara

Seperti yang dilansir dari media lokal Detik, berita yang dimuat tanggal 10 Januari 2017 kemarin, Pimpinan DPR Fahri Hamzah mengeluarkan pernyataan bahwa ada sekitar 500 ribu TKI yang bekerja di Taiwan. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen TKI mengidap HIV.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close