SUARABMI.COMKonsul Kepolisian RI di Hong Kong mencatat ada tiga modus yang biasa dilakukan sindikat narkoba internasional untuk menjerat buruh migran Indonesia (BMI).

Konsul Kepolisian KJRI Hong Kong Kompol Danur Lientara kepada Antara di Beijing, Kamis mengungkapkan para anggota sindikat biasanya menargetkan para BMI yang telah habis masa izin tinggalnya, yang tidak bisa memiliki pekerjaan legal dan membutuhkan uang.

"Mereka mengajak berkenalan di media sosial, berkenalan dan pacaran jarak jauh, dan setelah semakin dekat dititipi narkoba. Modus ini biasanya dilakukan sindikat dari Afrika dan Amerika Latin," tuturnya.
[ads-post]
Modus kedua, para anggota sindikat tersebut mendekati langsung, berteman dan menjadikan sebagai kekasih untuk kemudian menjadi kurir barang haram tersebut. Apalagi sebagian pekerja Indonesia juga berteman dengan warga Pakistan yang merupakan salah satu negara segi tiga emas sindikat narkoba.

"Modus lainnya membujuk BMI yang sudah akan pulang ke Tanah Air, agar mau dititipkan barang ke Indonesia. Terkait itu, kami tidak henti-hentinya mengingatkan dan meminta para BMI untuk berhati-hati dan waspada kepada siapa pun yang berniat menitipkan barang atau bungkusan tertentu ke suatu tempat atau bahkan ke Indonesia," kata Danur menekankan. 

Danur mengemukakan Hong Kong yang merupakan kota penghubung terbesar di Asia juga menjadi tempat yang potensial untuk persinggahan narkoba oleh para sindikat internasional. 

Hong Kong menjadi tempat persinggahan bagi para sindikat untuk mengedarkan narkoba dari dan ke China daratan atau ke negara lain, terlebih Hong Kong berbatasan langsung dengan Provinsi Guangdong dan Yunnan yang merupakan daerah produsen prekursor dan bahan kimia pembuat narkoba. 

Editor: Heppy Ratna
Sumber :Antaranews
loading...
loading...

Konsul Kepolisian RI di Hong Kong mencatat ada tiga modus yang biasa dilakukan sindikat narkoba internasional untuk menjerat buruh migran Indonesia (BMI).

Post a Comment

Powered by Blogger.
close