loading...

SUARABMI.COM - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong berjanji mengejar pertanggungjawaban PPTKIS yang telah memberikan calling visa kepada Sunarsih, seorang BMI yang ketahuan menderita sakit kanker hanya sebulan setelah bekerja di Hong Kong.

“Mana nama agen dan PT-nya lengkap, akan saya kejar di Indonesia karena sudah mengirim BMI unprosedural (tidak sesuai prosedur),” kata Konsul Tenaga Kerja KJRI Hong Kong, Iroh Baroroh saat ditemui SUARA di kantornya.

Sunarsih, 36 tahun, BMI asal Maospati, Magetan, dirawat di Rumah Sakit Queen Elizabeth, Jordan hanya setelah sebulan bekerja di Hong Kong. Dokter mendiagnosa Sunarsih yang semula hanya mengeluh sakit pinggang tersebut sebenarnya telah menderita kanker kronis.

“Seharusnya BMI melewati proses medikal terlebih dahulu kalau akan bekerja ke luar negeri, dan kalau saja Sunarsih sudah medikal, kondisi dia pasti akan mudah ketahuan dari kadar SGOT dan SGPT-nya saja,” kata Konsul Iroh.
[ads-post]
SGOT dan SGPT adalah dua macam enzim yang dapat menjadi pedeteksi adanya kerusakan organ dalam terutama lever. Namun Sunarsih yang adalah BMI eks Singapura ini melakukan calling visa sehingga tidak melakukan medikal dan berangkat ke Hong Kong tanpa sadar telah ada sesuatu yang tak beres dengan kesehatan tubuhnya.

Tania Sim dari Christian Action yang mendampingi Sunarsih, telah mengirimkan data-data lengkap BMI tersebut kepada KJRI. Data tersebut termasuk nama dan alamat PPTKIS di Indonesia dan agen tenaga kerja dari Sunarsih yang beralamat di Mong Kok.

Saat berita ini diturunkan, Sunarsih telah diijinkan pulang dari Rumah Sakit Queen Elizabeth dan ditampung di shelter milik Christian Action di To Kwa Wan. Sunarsih menurut rencana akan diurus kepulangannya ke Indonesia dengan diantar adik kandungnya yang juga bekerja sebagai BMI di Hong Kong.

Tania Sim menyatakan, BMI tersebut akan segera dipulangkan untuk berkumpul dengan keluarga begitu urusan administrasi di Hong Kong selesai. “Kami telah menghubungi IOM, dan akan ada orang mereka yang jemput Sunarsih nanti di Surabaya untuk dibawa ke rumah sakit,” kata Tania Sim.*

Berita dimuat di SUARA Januari Mid 2017, terbit 20 Januari 2017

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Diberdayakan oleh Blogger.
close