DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Di awal tahun 2017, berita duka kembali Karanganyar dari Buruh Migran Indonesia.  Fadila Rahmatika (FR) BMI asal ponorogo ( usia 20 tahun), dipulangkan ke tanah air dalam kondisi badan penuh bekas luka-luka, kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan. Penderitaan yang berat akibat perlakuan majikan menjadikan dirinya mengalami trauma dan gangguan psikologis. 
[ads-post]
Ia pulang dalam keadaan psikologis terganggu dari Singapura dengan kapal ferry ke Batam dan ditemukan petugas di saat seluruh penumpang telah turun semua. Ia dijemput oleh PJTKI dari Batam ke Surabaya dengan pesawat dan kemudian dijemput pulang ke Ponorogo serta tiba pada 30 November 2016.   

Fadila diterbangkan oleh PJTKI pada 1 Febuari 2016 dan bekerja di majikan pertama, tetapi ia baru bisa berkomunikasi dengan keluarga awal April 2016 dengan mengabarkan kepada keluarga bahwa dirinya telah pindah majikan. Pada 13 April 2016, ia  telah menandatangani kontrak dengan majiikan baru, setelah itu tidak ada kabar lagi. Kemudian keluarga dapat kabar dari Perusahaan Pengerah tenaga kerja swasta (PPTKIS atau PJTKI) Pancamanah Utama (perusahaan yang memberangkatkan Fadila) bahwa Fadila ada di Batam untuk dipulangkan.  Wajah Fadila penuh dengan jerawat, luka-luka bagian kaki, tangan dan lututnya bengkak. Sehingga ibu dan keluarga hampir tidak mengenali anaknya. 

Karena terbatasnya informasi dan kemiskinan, keluarga hanya membawa ke Puskesmas . Setelah terhubung dengan KABAR BUMI Ponorogo pada tanggal 29 Desember dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Harjono S. Ponorogo. Mulai saat itu berita tentang kondisi Fadila tersebar. Pada tanggal 4 Januari 2017, Fadila dibawa ke RS  Darmayu atas bantuan organisasi lokal dan Dinas Sosial Ponorogo 
Lagi-lagi pemerintah ‘kecolongan’ atau kurang perhatian atas kasus dugaan penganiayaan buruh migran Indonesia. FR dipulangkan dalam kondisi tidak berdaya tetapi tidak dibawa ke rumah sakit setiba di tanah air oleh PPTKIS.  

Kenapa kasus- kasus seperti ini masih terus terjadi? Semua karena minimnya perlindungan yang diberikan oleh pemerintah kepada Buruh Migran Indonesia. Sampai saat ini perlindungan diserahkan kepada PPTKIS/Agensi. Selama perlindungan diserahkan kepada pihak swasta, maka selama itu juga buruh migran Indonesia tidak akan mendapatkan perlindungan. 

Seharusnya pemerintah belajar dari kasus-kasus sebelumnya untuk segera memberikan perlindungan sejati (langsung) oleh negara kepada rakyatnya. Negara harus bertanggungjawab dan tidak lepas tangan atas perlindungan buruh migran Indonesia. 

Oleh karena itu, kami menuntut keadilan bagi FR harus ditegakkan yaitu; Pertama, FR harus diberikan tindakan yang baik bagi penyembuhan  fisik dan kesehatan, serta  psikologisnya yang mengalami goncangan berat. Kedua, Pemerintah Indonesia harus menekan pemerintah Singapura untuk melakukan investigasi dan menghukum berat pelaku dengan proses  hukum secara adil bagi korban. Pemerintah Indonesia juga harus melakukan investigasi kasus atas dugaan penganiayaan. Ketiga, Berikan  hak FR selama bekerja,  termasuk ganti rugi/kompensasi dan asuransi. Keempat, Pemerintah harus menindak tegas  PT Pancamanah Utama atas terjadinya kasus yang menimpa FR.

Saat ini Kabar Bumi sedang mendampingi keluarga dan sedang mempersiapkan proses penegakan keadilan bagi FR. 

Jakarta, 6 Januari 2016
KARSIWEN 
Ketua KABAR BUMI (081281045671)

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.