loading...

SUARABMI.COM - Hong Kong, Selama tahun 2016 setidaknya KJRI telah menerima 107 laporan BMI tentang penahanan paspor oleh agen. Kasus penahanan paspor oleh agen ini menempati urutan kedua terbanyak tahun 2016 lalu setelah kasus di interminit mendadak oleh majikan.

"Saya sudah bilang dengan Pak Andry (Konsul Imigrasi KJRI Hong Kong) bahwa saya akan menulis surat resmi ke asosiasi (agen) untuk mengingatkan bahwa praktek penahanan paspor ini adalah salah dan against the law (melanggar hukum). Saya akan lihat dan review (analisa), dan pertama akan ada teguran dulu kalau masih dilakukan," kata Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Hong Kong, Tri Tharyat sebagaimana dilansir suara.

Selama pantauan Konjen Tri Tharyat ini saat sidak ke sidak ke lantai 3 KJRI untuk mencari informasi ia menemukan bahwa sepertiga BMI yang ditemuinya mengaku paspornya ditahan oleh agen dan sepertiganya lagi ditahan oleh majikan. "Kasarnya, saya perkirakan mungkin hanya sepertiga lagi yang paspornya dipegang sendiri," kata Konjen.
[ads-post]
Konjen akan menindak tegas agen yang berani menahan paspor BMI dan BMI pun harus berani melapor ke KJRI jika kedapatan paspor mereka di tahan oleh agen atau majikan.

"Seringkali, para BMI ini tidak berani lapor. Mereka sering baru lapor kalau mereka in trouble (dalam masalah). Kalau tidak, mereka tidak pernah lapor. Alasannya; takut pak, nanti saya dipecat, dan lainnya,” kata Konjen.

Konjen juga menegaskan kasus penahanan paspor dan dokumen adalah tindakan melanggar hukum baik di hong kong maupun Indonesia, oleh karenanya konjen meminta BMI agar tidak takut untuk melapor jika dokumennya ditahan.

Selama 2016 lalu KJRI telah menerima 656 aduan yang terdiri dari 140 aduan tentang interminit mendadak, 107 mengadu karena dokumen di tahan dan 67 lainnya mengadu karena ingin pindah agensi.

Konjen juga mengatakan bahwa kasus penahanan dokumen untuk 2016 lalu sudah diputihkan alias dianggap selesai namun jika tahun ini ada kasus seperti itu untuk segera melapor. "untuk 2016 saya anggap sudah saya putihkan, tapi untuk ke depan saya sudah minta agar asosiasi menyebarkan ke anggota mereka bahwa praktek itu salah dan kami akan ambil tindakan,” kata Konjen.

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Diberdayakan oleh Blogger.
close