DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM16 Januari 2017, Bertempat di PGI (salemba, Jakarta) KABAR BUMI (Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia) bekerja sama dengan PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) mengadakan launching film Erwiana: Justice for All. Film ini menceritakan tentang perjalanan dan proses perjuangan menuntut keadilan bagi Erwiana.

Erwiana mengalami penganiayaan selama delapan bulan, ketika dia bekerja di rumah majikan di Hong Kong. Walaupun sudah mencoba melarikan diri ketika baru kerja satu bulan satu minggu dan melaporkan ke agen, namun agen mengembalikan ke majikan. Dan Erwiana mendapat siksaan yang semakin buruk karena ketahuan mencoba melarikan diri.

Setelah Erwiana tidak bisa melakukan pekerjaan karena begitu lemah akibat kurangnya makanan, minuman, hanya tiga jam istirahat dan setiap hari dianiaya, majikan memulangkan ke Indonesia. Erwiana ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan di bandar udara Chep Lap Kok Hong Kong oleh Riyanti sesama buruh migran yang akan kembali ke Indonesia. Walaupun sudah dibujuk untuk melapor polisi, namun dia menolak karena majikan mengancam jika melaporkan kasus ini maka orang tuanya akan dibunuh. Ini yang membuat Erwiana merasa takut.
[ads-post]
Kasusnya mencuat di sosial media dan tanpa sepengetahuan Erwiana dan memicu kemarahan bagi masyarakat luas dan buruh migran Indonesia di Hong Kong. Kasus ini menjadi perhatian dunia.

Perjuangan Erwiana, organisasi pendamping dan seluruh masyarakat diseluruh dunia yang mendukung kasus Erwiana akhirnya membuahkan hasil dan majikan dihukum enam tahun penjara.

Pemutaran film selama 80 menit, yang dimulai sejak pukul 14.15 WIB, diawali dengan sambutan dari KABAR BUMI dan PGI mengenai tujuan dari pemutaran film ini. Acara dihadiri oleh sekitar 90 orang dari 26 lembaga/organisasi/NGO/individu pemerhati isu buruh migran.

Pemutaran film Erwiana: Keadilan Untuk Semua, dilanjutkan dengan sambutan dari Gabriel Ordaz Mckail dan Erwiana dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan oleh PGI kepada Gabriel Ordaz Mckail , Erwiana dan Bona dari ILO sebagai penanggap. 

Jakarta, 20 Januari 2017
Karsiwen (081281045671)/ Jaringan JBMI

Erwiana mengalami penganiayaan selama delapan bulan, ketika dia bekerja di rumah majikan di Hong Kong. Walaupun sudah mencoba melarikan diri ketika baru kerja satu bulan satu minggu dan melaporkan ke agen, namun agen mengembalikan ke majikan. Dan Erwiana mendapat siksaan yang semakin buruk karena ketahuan mencoba melarikan diri.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.