PERHATIAN : JIKA BERITA ATAU ARTIKEL KAMU INGIN DIMUAT DISUARABMI.COM, KAMU DAPAT MENGIRIMKANNNYA MELALUI FORM UNTUK KIRIM BERITA DAN ARTIKEL KAMU DISINI
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COMBagi Anda yang biasa meminjam uang dengan cara menggadaikan paspor, atau meminjamkan uang dengan menahan paspor sebagai jaminan, mulai sekarang harus segera menghentikan praktek tersebut. Sebab, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong bertekad akan memberantas praktek yang secara hukum ilegal itu dan mengancam memidanakan pelakunya.

Ancaman itu disampaikan Konsul Imigrasi Andry Indrady saat ditemui Apakabar Plus di ruang kerjanya, Jumat (4/9) silam.

Saat ini Fungsi Imigrasi KJRI memprioritaskan program untuk mengurangi jumlah kasus pelaporan paspor hilang. “Saya ingin memotong mata rantai bisnis peminjaman uang dengan menggadaikan paspor sebagai jaminan. Kami akan investigasi dan mencari barang bukti. Kalau sudah terkuak, akan kami ciduk dan ekspos di media,” kata Andry.
[ads-post]
Peringatan ini berlaku untuk semua pihak, baik warga Indonesia, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI), warga Hong Kong, majikan, maupun pemilik dan staf agensi. Konsul Andry pun membacakan Pasal 130 Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian. Yakni, “Setiap orang dengan sengaja dan melawan hukum menguasai dokumen perjalanan atau dokumen keimigrasian lainnya milik orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp200 juta.”

“Kami akan koordinasi dengan kepolisian Hong Kong apabila itu juga masuk ranah kriminal mereka, dan mereka sangat keras soal itu. Ini murni untuk melindungi, jangan sampai mereka (warga Indonesia) terjerumus ke kegiatan melawan hukum yang akan merugikan mereka,” kata Andry.

Saat ini KJRI telah memiliki data orang, toko, dan institusi yang biasa meminjamkan uang dengan menahan paspor peminjam sebagai jaminan. “Pasti ketemu! Pesan saya, jika Anda pelaku, hentikan mulai dari sekarang!” ujarnya, memperingatkan.

Dalam upaya mengurangi jumlah laporan kasus paspor hilang, KJRI juga mengancam agensi yang kedapatan sering menyimpan paspor pekerja migran Indonesia (PMI) dan menghilangkannya. Kepada Apakabar Plus, Konsul Andry menunjukkan daftar agensi yang sering bermasalah dengan paspor PMI serta catatan agensi dan PMI yang sering terkait dengan kasus paspor hilang.

“Total, ada 48 agensi. Ada unsur kesalahan agensi dalam kehilangan paspor PMI itu. Penyebab awalnya, karena paspornya ditahan agensi,” kata Andry.

Sebagai peringatan awal, baik PMI yang mengaku kehilangan paspor maupun agensi yang dilaporkan menghilangkan paspor PMI akan diminta membuat surat pernyataan tidak akan menghilangkan paspor lagi saat wawancara pembuatan paspor pengganti. “Bagi PMI, jika kehilangan lagi, menyatakan siap dipulangkan (ke Indonesia). Bagi agensi, kalau sampai menghilangkan paspor PMI, siap kami putus izin lisensinya. Kalau ada agensi yang sering menghilangkan paspor PMI, saya akan sampaikan di rapat pertimbangan perpanjangan lisensi, bahwa agensi itu sudah kelewatan,” tegas Andry.

Sumber: Apakabar

Bagi Anda yang biasa meminjam uang dengan cara menggadaikan paspor, atau meminjamkan uang dengan menahan paspor sebagai jaminan, mulai sekarang harus segera menghentikan praktek tersebut. Sebab, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong bertekad akan memberantas praktek yang secara hukum ilegal itu dan mengancam memidanakan pelakunya.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close