loading...

SUARABMI.COMPemkab Ponorogo boleh saja berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan TKW asal Ponorogo yang disiksa di Singapura, Fadilla Rahmatika. Namun, janji itu hanya isapan jempol. Ternyata keluarga Fadilla lah yang menanggung biayanya sendiri.

Tidak hanya menanggung biaya di RS Darmayu saja, pihak keluarga juga menanggung biaya perjalanan ke RSJ Solo.

Saat ditemui awak media, Ibu Fadilla, Masringah, hanya bisa murung. Di rumahnya yang sederhana di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Masringah hanya menunggu kabar Fadilla yang sedang dirawat di RSJ Solo.

"Bukannya tidak mau menemani Fadilla. Namun biayalah yang menjadi kendala. Saya tidak ada uang sama sekali," kata Masringah kepada wartawan, Rabu (18/1/2017).
[ads-post]
Dia mengaku sudah habis puluhan juta rupiah. Dia pun rasanya tersayat-sayat, jika mengingat janji Pemkab Ponorogo dan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni yang akan menanggung semua biaya pengobatan.

"Saya habis Rp 8 juta di RS Darmayu, Rp 5 juta dari uang pribadi. Sementara Rp 3 juta dari sumbangan. Belum lagi permintaan Fadilla yang macem-macem," tambahnya.

Dia mengaku sebenarnya PT sudah mau membebaskan biaya pengobatan Fadilla. Namun syaratnya cukup berat, yakni keluarga mau menggugurkan tuntutan kepada majikan di Singapura.

Dia mengatakan Penanggung Jawab Lapangan atau PT nya mau memberi uang Rp 20 juta. Selain itu agen dari Surabaya atas nama Clara juga akan menambahi uang sebesar Rp 10 juta.

"Tapi harus ada tanda tangan. Mana saya bisa. Apalagi uang Ro 30 juta habis dari dalam sekejap. Iya kalau anak saya cepat sembuh. Jika tidak?" ujarnya.

Fadilla masih menjalani perawatan di RSJ Solo. Namun kondisi Fadilla sudah mulai membaik. Tinggal kondisi psikis Fadilla yang masih mengalami trauma.

Seperti diketahui Fadilla berniat mengubah nasib orang tuanya dengan berangkat menjadi TKW di Singapura pada Januari 2016. Sayang selama delapan bulan, Fadilla mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.

Fadilla dipukul setiap hari. Bahkan disiram menggunakan air keras atau obat pel. Setelah Fadilla tidak bisa apa-apa, dia dibuang ke Batam. 

Sumber:beritajatim

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Diberdayakan oleh Blogger.
close