loading...

SUARABMI.COM - Kasus penggunaan atau peminjaman data masih sering dan marak terjadi dikalangan TKW khususnya di Hong Kong.

Tak sedikit dari mereka ketika jumlah hutang dan bunganya menumpuk kemudian lari dari tanggung jawab, karena nama yang digunakan adalah bukan nama sendiri, kebanyakan mereka yang berhutang tak mau melunasinya.

Sebagaimana yang dialami oleh DM, wanita yang bekerja di Hong Kong ini juga menjadi korban peminjaman data hingga surat dari pengadilan datang kepadanya untuk melunasi hutang yang tak pernah ia terima hingga nilainya mencapai 61 juta rupiah.
[ads-post]
Sebagaimana ia ceritakan kepada suarabmi.com melalui pesan kepada redaksi, Ismini, TKW asal Ponorogo Jawa Timur ini meminjam data DM untuk proses peminjaman uang di salah satu jasa perusahaan peminjaman uang di Hong Kong.


Namun setelah uangnya cair, ia lantas tak melakukan cicilan kepada perusahaan tersebut sehingga hutangnya plus bunga membengkak hingga 61 juta rupiah atau HKS 29.128.

Kini DM kebingungan karena apa yang telah dilakukan Ismini itu membuat keluarganya resah karena pihak perusahaan selalu datang menagih kerumah DM.

Orang tua DM yang tak mengetahui apa - apa bingung dengan semua ini dan DM berharap kepada ismini untuk mempertanggungjawabkan atas piutangnya tersebut.

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Diberdayakan oleh Blogger.
close