-----iklan---------
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COM - Pungli atau pungutan liar kian merebak dikalangan agensi semenjak diberlakukannya proses perpanjangan kontrak tanpa pulang.

Tidak ada aturan khusus yang menetapkan berapa biaya yang boleh diambil agensi untuk proses perpanjangan kontrak membuat banyak agensi menetapkan tarif yang luar biasa tinggi.

Hal ini dipicu lemahnya aturan pemerintah terkait hal ini dimana pemerintah hanya mengatur biaya yang harus dikeluarkan ke MOL senilai 300 dan KDEI senilai 700 tanpa menyebut berapa agensi harus dibayar untuk proses perpanjangan ini.

Memang ada ketetapan dari pemerintah Taiwan untuk biaya fee agensi setiap bulannya selama 3 tahun hanya NT$ 1500 dan tidak boleh lebih namun tidak ada ketetapan berapa TKI harus membayar agensi jika meminta tolong agensi untuk memperpanjang kontraknya.
[ads-post]
Banyak yang koar-koar tentang biaya ini yang katanya tak boleh lebih dari NT$1000, namun tak ada payung hukum yang mampu mempersenjatai TKI untuk menolak jika agensi meminta biaya tambahan dengan istilah uang capek.

Disinilah rawan terjadinya pungutan liar yang terkadang nilainya diluar nalar. Agensi yang memegang peran penting disertai minimnya pengetahuan dan keberanian TKI untuk proses mandiri membuat agensi bisa bertindak semena-mena. Ibarat 'lo tak mau bayar sekian, gue gak mau urusin', inilah yang membuat TKI yang minim pengetahuan mati kutu dan harus mengiyakan apa kata agensi.

Perlawanan dengan pengetahuan yang setengah-setengah dan keberanian yang mudah ciut malah bisa menjadi bumerang bagi TKI itu sendiri yang bisa-bisa ia gagal memperpanjang kontrak.

Lalu apa yang harus bisa kita lakukan untuk memerangi PUNGLI dan membuat TKI lebih nyaman dan menghemat?

Jawaban satu-satunya yang membuat TKI dizona nyaman dan aman adalah surat resmi dari KDEI atau Imigrasi yang menegaskan bahwa biaya maksimal untuk fee agensi dalam pengurusan kontrak adalah sekian NT. Kapan itu? kita tunggu saja, jika memang ada niatan memerangi pungli hal ini pasti akan diantisipasi.

Penulis: Pengamat BMI Taiwan/ Guntoro

Pungli atau pungutan liar kian merebak dikalangan agensi semenjak diberlakukannya proses perpanjangan kontrak tanpa pulang.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close