loading...
loading...

SUARABMI.COMSeorang ibu bernama Musyarofah, salah satu buruh migran Indonesia (BMI) Hong Kong, lebih mengutamakan pendidikan akhlak dan pribadi yang tangguh serta mandiri kepada kedua putra kembarnya, Muhammad Nikmal Anas Alhadi dan Muhammad Nikmal Anis Alhuda.

Perempuan lembut nan bersahaja yang akrab disapa ibu Afa ini mengatakan, bahwa kualitas waktu dan nasehat serta dukungan moralitas memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk watak dan kepribadian seorang anak. Apalagi dengan situasi seperti saat ini, dimana ibu yang merupakan madrasah utama untuk mendidik karakter sang buah hati, berada jauh di negeri seberang.

"Saya ini single parent, orang tua tunggal bagi kedua putra saya. Meski demikian, saya tidak pernah berkecil hati lalu menyerahkan pendidikan mereka kepada keluarga di rumah, dalam hal ini nenek mereka. Saya paham betul kapasitas ibu yang sudah berumur dan pastinya sangat menyayangi dan memanjakan mereka. Karenanya, sebisa mungkin saya meluangkan waktu untuk intens berkomunikasi dengan kedua anak kembar saya. Memberikan nasehat, saran, pujian bahkan hukuman yang bersifat mendidik jika mereka melakukan kesalahan. Selalu saya tekankan kepada mereka untuk terus bersemangat mempelajari ilmu agama dan membaca Al Qur’an" kisahnya
[ads-post]
Saat ini, ibu Afa dapat berbangga hati karena kedua putra kembarnya telah berhasil menjadi sosok yang ia harapkan. Si sulung, yang akrab dipanggil Hadi adalah mahasiswa di STAIN Jember, jurusan Tafsir Qur’an, sedangkan Huda si bungsu sedang menimba ilmu di Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ) Jakarta, jurusan Tarbiyah. Tidak hanya berhasil di bidang akademik umum, kedua putra bu Afa juga seorang santri di pondok pesantren Darul Qur’an, Kraksaan, Probolinggo. Bahkan keduanya adalah penghafal (hafidz) Al Qur’an. Suatu kombinasi prestasi yang membuat sang ibu begitu bersyukur dan bangga pada keduanya.

Ibu Afa juga berpesan, agar jangan terlalu memburu dunia dan harta sampai melalaikan keadaan psikis, akhlak dan batin anak-anak yang ditinggalkan di kampung halaman. Karena keberhasilan secara materi tiada guna sama sekali, jika buah hati tak memiliki tata karma, bahkan memiliki mental dan perilaku yang tidak terpuji. “Sekali lagi, anak kita adalah harta dan investasi berharga bagi orang tuanya. Maka berikan mereka dasar pendidikan agama yang sempurna, sehingga saat mereka dewasa tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan di sekitar yang kurang baik. Karena jiwa dan pribadi yang santun dan berbudi pekerti luhur, tentunya mampu menyaring setiap hal buruk yang ada di sekelilingnya,” pesannya pada sesama buruh migran di Hong Kong.

Editor: M Ridlo
Sumber: Koran Suara

Seorang ibu bernama Musyarofah, salah satu buruh migran Indonesia (BMI) Hong Kong, lebih mengutamakan pendidikan akhlak dan pribadi yang tangguh serta mandiri kepada kedua putra kembarnya, Muhammad Nikmal Anas Alhadi dan Muhammad Nikmal Anis Alhuda.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close