SUARABMI.COM - Salah satu problem bagi BMI adalah pasca menjadi BMI bingung bagaimana akan mendapatkan penghasilan yang semewah BMI di luar negeri.

Nah kali ini, suarabmi.com hadir dengan analisa usaha mie ayam yang merupakan usaha yang tak ada matinya walaupun jumlahnya merebak.

Hanya dengan sedikit polesan dan kreatifitas, maka bisa dijamin usaha mie ayam akan lancar bak aliran air dari pegunungan. Berikut perhitungannya:

Perhitungan modal awal
  • Meja dan kursi Rp. 2.000.000,-
  • Gerobak atau etalase mie ayam Tp. 2.000.000,-
  • Peralatan masak Rp. 1.200.000,-
  • Perlengkapan sendok piring dan lainnya Rp. 1.000.000,-
Total modal awal Rp. 6.200.000,-
[ads-post]
Biaya operasional
  • Mie [5 kg x Rp. 9.000,- x 30 hari] : Rp. 1.350.000,-
  • Ayam [1 kg x 30.000 x 30 hari] : Rp. 900.000,-
  • Sawi dan bumbu [Rp 10.000,-/hari x 30 hari] : Rp. 300.000,-
  • Kecap [Rp 8.000,-/3 hari x 10 hari] Rp 80.000,-
  • Gas (Rp 20.000,-/3 hari x 10 hari) Rp 200.000,-
  • Listrik, kebersihan, dan keamanan Rp 60.000,-
Total biaya operasional Rp.  2.890.000,-

Penghasilan per bulan dengan asumsi penjualan per hari 50 mangkuk belum termasuk minuman dan lainnya adalah [50  mangkok x Rp. 8000 x 30 hari] = Rp. 12.000.000,-

Keuntungan bersih bulanan dengan perhitungan penyusutan modal awal (meja, kursi, kompor dll) selama 5 tahun [6.200.000 : 60 = Rp. 104.000,-/ bulan] adalah sebagai berikut.

Pendapatan - biaya operasional - biaya modal
Rp. 12.000.000 - Rp. 2.890.000 - Rp. 104.000 = Rp. 9.006.000,-/ bulan

Hal itu jika mempunyai tempat sendiri dan ditangani sendiri, namun jika harus menyewa tempat dan karyawan maka dikurangi biaya sewa tempat dan karyawan dimana hal ini menyesuaikan dikota mana ia berada. sukses BMI.
loading...
loading...

Salah satu problem bagi BMI adalah pasca menjadi BMI bingung bagaimana akan mendapatkan penghasilan yang semewah BMI di luar negeri.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close