DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COMSebagai salah satu daerah penyumbang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri terbesar di Jawa Timur, Banyuwangi memang selalu menjadi sorotan. Bagi para TKI, mereka tidak hanya sekedar mencari nafkah bagi keluarganya di rumah. Tetapi, juga berusaha memberi manfaat bagi warga sekitarnya maupun Banyuwangi pada umumnya.

Hal itu dibuktikan dengan adanya tempat belajar yakni Pesantren Queen Assalam atau sering dikenal dengan sebutan "Pesantren Buruh Migran". Pesantren ini berdiri di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

Sejak dibangun pada 2011 lalu, pondok pesantren Quen Assalam telah memiliki 200 santri. Dari jumlah itu, hampir 80 persen adalah anak dari Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Banyuwangi.

"Selain pesantren, sudah ada sekolah setingkat SD dan SMP. Sekarang kami mulai membangun sekolah setingkat SMA," jelas Ketua Yayasan Pondok Pesantren Queen Assalam, Muhammad Miftah Arif, Minggu (29/1/2017).

Ia mengatakan, sengaja membangun pondok pesantren tersebut agar pendidikan untuk anak-anak tenaga kerja Indonesia khususnya di Banyuwangi terjamin. Peletakan batu pertama pembangunan ponpes tersebut pada tahun 2011 juga dilakukan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang saat itu dijabat oleh Muhaimin Iskandar. 
[ads-post]
Selama ini, Miftah mengaku pihaknya banyak bekerjasama dengan Buruh Migran Indonesia (BMI). "Untuk berbagai kegiatan dan program kami, bisa juga diakses dari websitenya Garda BMI," tutup Miftah.

Selain itu, pesantren buruh migran ini memberikan layanan pendidikan untuk anak-anak buruh migran maupun menampung para purna buruh migran. Tidak hanya pendidikan formal dan agama saja, namun juga dilengkapi dengan pemberdayaan ekonomi. 

"Semoga ini bisa direplikasi di daerah lain bagaimana masyarakat ikut mengasuh anak anak TKI. Istilahnya Community Parenting," kata Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan untuk sekolah setingkat SMA di pesantren tersebut, Minggu (29/1/2017).

Konsep pesantren buruh migran, lanjut Hanif, sesuai dengan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) dari Kemenaker. "Program ini bertujuan memberikan ruang bagi desa untuk dapat memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta mengupayakan perlindungan bagi buruh migran," terangnya. beritajatim.com

Sebagai salah satu daerah penyumbang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri terbesar di Jawa Timur, Banyuwangi memang selalu menjadi sorotan. Bagi para TKI, mereka tidak hanya sekedar mencari nafkah bagi keluarganya di rumah. Tetapi, juga berusaha memberi manfaat bagi warga sekitarnya maupun Banyuwangi pada umumnya.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.