loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Di alam bebas, jamur tiram (Pleurotus ostreatus) bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.

Dalam kehidupan sehari-hari, jamur tiram sudah sejak lama dikenal masyarakat luas sebagai jenis jamur yang bisa dimakan. Bahkan juga memiliki kandungan gizi yang bagus. Lantaran memiliki fungsi bisa dimakan inilah jamur tiram juga memiliki nilai jual yang menggiurkan.  Disamping hal tersebut, kandungan nutrisi yang dimiliki jamur tiram diyakini memiliki manfaat tertentu.

Adalah Muhamad Panut dan Nina Rini Suwitasari, pasangan muda yang merupakan anak dari seorang BMI Hong Kong asal Ponorogo ini melihat peluang menggiurkan dibalik prospek pasar jamur tiram. Berawal dari usaha yang dijalankan Panut sebelumnya yaitu sebagai suplier serbuk gergaji kayu pada beberapa petani jamur tiram, tumbuh rasa ingin tahu kemudian ingin mengembangkan. Secara perlahan, sembari menjadi suplier serbuk gergaji kayu selama 5 tahun, Panut diam-diam sambil mempelajari bagaimana cara membudidayakan jamur tiram ini.

Hingga saat dirinya merasa yakin bisa melakukan, dengan didampingi Nina sang istri tercinta, Panut memulai menjadi petani jamur tiram dengan memanfaatkan bangunan dan lokasi di belakang rumah kediaman mereka pada pertengahan 2015. Dengan modal awal 14-an juta rupiah, kini setiap hari Panut dan Nani bisa memiliki penghasilan dari penjualan jamur rata-rata 30 kg jamur sebesar yaitu sebesar Rp. 330.000 atau Rp9,9 juta/bulan.
[ads-post]
Modal awal sebesar 14-an juta tersebut pengalokasiannya untuk pengadaan Rak semai sebanyak 39 rak dengan kapasitas 10 ribu baglog, satu unit alat pengopen baglog, satu unit alat open bibit, satu unit alat pres saat mengisi baglog, alat pengukur tekanan, alat pengukur kelembaban, alat pengukur suhu, serta prasarana pendukung lain seperti botol kaca, plastik berukuran 18 x 35 x 0,3 sebagai baglog, biaya produksi awal berupa bahan bibit jamur, serbuk gergaji kayu dan bekatul dan lain lain.

Budidaya jamur tiram, prosesnya dimulai dengan pembuatan bibit yang memerlukan tempat steril supaya tidak terkontaminasi bakteri maupun jamur jenis lain yang merugikan. Caranya adalah dengan melakukan open selama 12 jam pada suhu 110° C dengan tekanan sebesar 1bar atau 18 psi. Kemudian, media dalam baglog (campuran serbuk gergajian kayu dengan bekatul) yang telah dipadatkan dengan alat pres, juga di open terlebih dahulu selama 12 jam pada suhu 105° C dengan tekanan ½ bar atau 9 psi. Baglog yang selesai diopen, harus didinginkan terlebih dahulu selama 2 hari atau sampai dingin.

Proses selanjutnya adalah dengan menanam bibit pada baglog. Setiap baglog rata-rata diisi dengan 15 bibit. Baglog yang telah diisi bibit, kemudian ditutup dengan menggunakan cincin yang terbuat dari potongan pipa paralon ukuran ½ dim, di biarkan sampai bibit tumbuh merata dengan ditandai warna putih yang terlihat dari luar telah tumbuh merata. Proses menunggunya memerlukan waktu 30 hari. Saat baglog telah berubah menjadi putih, jamur siap disemaikan dengan memindah ke rak yang terdapat dalam ruangan lembab.

Setiap baglog bisa dipanen sebanyak 7 kali dengan hasil keseluruhan rata-rata 0,6 kg/baglog. Saat ini, jumlah baglog produktif yang dimiliki oleh alumni pondok dipokerti ini sebanyak 6 ribu baglog. Keseluruhan dia memiliki 9 ribu baglog, namun yang 3 ribu belum produktif. Masih pada tahap penyemaian benih.

Kendala utama dari bertani jamur ada dua. Pertama pada saat proses sterilisasi bibit dan kedua pada saat proses penyemaian jamur. Saat sterilisasi, jika gagal, maka keseluruhan proses akan gagal. Dan pada saat menyemaikan, jika tidak didukung dengan kelembaban udara, suhu, serta kualitas oksigen yang bagus, maka jamur tidak akan bermekaran sempurna.

Untuk petani pemula, Panut menyarankan bertani jamur dengan membeli baglog yang sudah siap semai saja. Resiko kegagalannya lebih kecil dibanding memulainya dari proses pembibitan. Pembaca tertarik ingin menelisik lebih dalam mengenailika liku bertani jamur tiram ? Atau mungkin pembaca berminat bertani jamur tiram dengan langsung langsung menyemai dari baglog siap semai ? Mereka tidak pelit berbagi. Silahkan saja datang langsung ke rumah jamur Nina dan Panut di Desa Kupuk Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Dengan senang hati mereka akan berbagi.

apakabar

Dalam kehidupan sehari-hari, jamur tiram sudah sejak lama dikenal masyarakat luas sebagai jenis jamur yang bisa dimakan. Bahkan juga memiliki kandungan gizi yang bagus. Lantaran memiliki fungsi bisa dimakan inilah jamur tiram juga memiliki nilai jual yang menggiurkan. Disamping hal tersebut, kandungan nutrisi yang dimiliki jamur tiram diyakini memiliki manfaat tertentu.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.