loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Salah satu tujuan TKI bekerja di luar negeri adalah untuk memperbaiki perekonomian keluarga dan demi masa depan anak-anak dalam menempuh pendidikan.

Sulitnya dan minimnya lapangan kerja di Indonesia serta gaji yang tidak memadai, membuat banyak warga Indonesia memutuskan untuk bekerja di luar negeri sebagai TKI.

TKI dengan penghasilan besar kalau tidak dimenej dengan baik nantinya juga akan sia-sia saja alais muspro. Nah kali ini, suarabmi.com akan memberikan tips bagaimana cara mengelola keuangan rumah tangga yang baik dan benar.

Salah satu hal yang penting dalam mengelola keuangan adalah memperhitungkan belanja dimana kita selalu memilah milah kebutuhan yang mendesak dan mana yang tidak berguna kedepannya.
[ads-post]
Begitu juga dalam hal shopping, dimana banyak TKI yang gelap mata dalam berbelanja sehingga tidak terukur karena merasa kantong masih tebal.

Ingat menjadi TKI itu tidak selamanya dan hanya untuk mencari modal untuk merubah perekonomian keluarga. Berikut adalah cara mengelola keuangan rumah tangga dengan benar.
  • Harta yang dihasilkan istri sebelum ada ijab qobul dengan suami, sepenuhnya adalah milik istri dan suami hukumnya haram menyentuh sedikitpun harta istri tanpa seijin darinya. Namun jika istri bermaksud memberikan kepada suami maka suami dilarang menolaknya dan bagi istri bernilai pahala yang sangat besar.
  • Uang atau harta yang diperjuangkan atas hasil kerja bersama-sama maka uang tersebut menjadi hak milik bersama baik suami maupun istri. Misalnya saja jika sepasang suami istri menjalankan sebuah usaha atas kerja keras bersama maka penghasilan yang di dapat adalah milik bersama.
  • Kewajiban suami adalah menafkahi istri serta anaknya, untuk itu bagi para suami wajib hukumnya memenuhi semua kebutuhan mereka sesuai dengan kemampuan dan kondisinya. namun hal ini tidak menjadikan istri memiliki hak sepenuhnya atas harta/ uang yang dihasilkan oleh sang suami. Dalam sebuah riwayat hadist disebutkan bahwa  harta yang boleh diambil dan menjadi hak sang istri adalah harta miliknya dan juga hak anak-anaknya. Misalnya  saja harta/ uang yang digunakan untuk kebutuhan belanja, kebutuhan sekolah anak-anak, pakaian, biaya untuk mengasuh anak, dan juga biaya untuk kebutuhan dasar sang istri.
Pada dasarnya suami memang mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah istri dan anaknya serta harus bisa menjaga harta yang menjadi hak milik istrinya. Dan seorang istri mempunyai kewajiban untuk menghormati harta suaminya dengan mengelola keuangan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak berlebih-lebihan.

Salah satu tujuan TKI bekerja di luar negeri adalah untuk memperbaiki perekonomian keluarga dan demi masa depan anak-anak dalam menempuh pendidikan.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.