loading...
loading...

SUARABMI.COMRusmini Wati (31), TKI asal Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, divonis mati di Riyadh pada 2012 lalu. 

Riko, suami Rusmini Wati, TKI asal kabupaten Indramayu mengatakan istrinya menjalani persidangan di Pengadilan Shagra, Riyadh, Arab Saudi pada 2012 lalu.

Rusmini dituduh majikannya memiliki ilmu sihir untuk mempengaruhi keluarga majikan. Atas tuduhan tersebut, Rusmini dijatuhi hukuman vonis mati. 

Hakim Riyadh juga menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak 1.200 kali dan denda 1 juta real. Sejak divonis mati, Rusmini telah menjalani kurungan penjara selama lima tahun.
[ads-post]
"Ini tuduhan sepihak. istri saya divonis mati karena difitnah majikannya," imbuh Riko. “Istri saya itu wanita biasa, dia tidak pernah belajar ilmu sihir atau perdukunan. Saya sebagai suaminya tahu persis apa yang terjadi pada istri saya. Kalau dia mendalami ilmu perdukunan (saya) pasti tahu," tegas Riko, suaminya. 

"Ketika istri saya disidang, meski kami sudah meminta bantuan, tidak ada pembelaan yang memadai dari pemerintah maupun kedutaan besar Indonesia di Arab Saudi," ucap Riko

Dia berharap, Presiden Jokowi berbicara langsung dengan Raja Salman saat berkunjung ke Indonesia maret 2017 mendatang . 

Keluarga sangat berharap, Presiden Jokowi bisa meminta Raja Salman membebaskan TKI Rusmini dan memberi keadilan. 

Bagi Riko, ia percaya Pak Jokowi kalau mengetahui hal ini pasti akan meminta Raja Salman untuk membebaskan istrinya.

Rusmini Wati (31), TKI asal Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, divonis mati di Riyadh pada 2012 lalu.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close