loading...
loading...

 
SUARABMI.COMSangat prihatin melihat keluarga mendiang Siti Maryam (23). Ternyata, ibu tenaga kerja indonesia (TKI) yang meninggal di Malaysia itu tidak memberikan kabar kepada keluarga di kampungnya.

Siang itu di Desa Bangbayang Kecamatan Bantarkawung, di rumah Da’un (69), kakek mendiang Siti Maryam, tampak sedang berkumpul bersam kelaurga lainnya. Ditemani istrinya, Rumi (48), yang merupakan tante dari Zubaidah, ibu mendiang Siti Maryam, mereka menemui Radar Tegal yang mencoba mengorek informasi tentang TKI asal Brebes yang dinyatakan meninggal, Senin (3/2) lalu, itu.

Diketahui, Siti Maryam meninggal karena penyakit tuberculosis (TBC) di Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Malaysia. Saat ini jenazahnya masih di rumah sakit karena masih ada biaya yang harus ditanggung.

Saat ini ditanya upaya untuk memulangkan jenazah cucunya itu, Da'un mengaku tengah mengurus dokumen dan persyaratan di Pemerintah Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes. Hal itu dilakukan agar jenazah cucunya segera dikebumikan, mengingat sudah lima hari berada di rumah sakit.

Anehnya, saat ditanya tentang kabar meninggalnya cucunya itu, Da’un mengaku tak diberi kabar oleh Zubaidah, ibu kandung dari Siti Maryam. Padahal, mereka telah mengurus anak-anaknya sejak kecil hingga kini, termasuk mendiang Siti Maryam.
[ads-post]
”Si Zu (Zubaidah), tidak memberi kabar kalau anaknya sudah meninggal. Kami tahu kabar dari warga sini dari yang mengetahuinya dari media sosial. Karena biaya yang harus dibayar cukup besar, kami minta pemerintah desa untuk membuat surat keterangan tidak mampu,” kata kakek yang bekerja sebagai buruh petani, kemarin.

Da'un mengaku, pihak pemerintah desa memberikan kabar setelah diberitakan di media. Oleh karena itu, dirinya segera mengurus dokumen yang diperlukan. Meski sudah mengetahui kematian cucunya, dirinya mengatakan tidak bisa menggelar tahlilan di rumahnya karena alasan perekonomian yang tidak mencukupi.

Da'un beserta isterinya merupakan buruh tani. Penghasilannya kadang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, mereka harus mengurus empat anak Zubaidah di kampungnya, meskipun tidak pernah diberi kabar semenjak keberangkatan Zubaidah dan Siti Maryam ke Malaysia.

”Kami hanya bisa mendoakan. Jenazah Siti mau dimakamkan di Malaysia juga tidak apa-apa. Kami ingin menggelar tahlilan agar Siti bisa tenang di alam sana. Tapi kami belum mampu,” tambahnya.

Meskipun Zubaidah tidak pernah memberi kabar pada keluarganya, dirinya tetap menginginkan agar jenazah cucunya segera dikebumikan. Karena bagaimana pun keduanya adalah bagian dari keluarganya sendiri.

”Bagaimana pun mereka adalah keluarga. Jadi kami harus mengurusnya. Karena dengan kondisi kami yang sudah tua, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami juga akan tetap mengurus adik almarhumah Siti di sini,” tandasnya. (radartegal)

Sangat prihatin melihat keluarga mendiang Siti Maryam (23). Ternyata, ibu tenaga kerja indonesia (TKI) yang meninggal di Malaysia itu tidak memberikan kabar kepada keluarga di kampungnya.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close