PERHATIAN : JIKA BERITA ATAU ARTIKEL KAMU INGIN DIMUAT DISUARABMI.COM, KAMU DAPAT MENGIRIMKANNNYA MELALUI FORM UNTUK KIRIM BERITA DAN ARTIKEL KAMU DISINI
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COMSri meminta kepada dokter untuk izin buang air kecil. Namun dokter tak membolehkannya karena kantong kencing sudah disediakan. Patuhlah Sri kepada dokter. Namun dia melihat urinenya seperti gumpalan darah. Tak lama kemudian, Sri dibawa ke ruang lainnya lagi. Ada tabung besar di ruangan itu.

"Saya dimasukkan ke tabung besar itu. Keluar dari ruangan itu, bekas jahitan di pinggang sebelah kanan saya hilang, bekas itu menjadi bersih seperti kulit semula," ujar Sri.

Dia mengingat-ingat, kira-kira total hanya sebulan dia di Qatar. Singkat cerita, Sri dipulangkan ke Indonesia. Sudah tiga tahun dia merasakan sakit yang tak kunjung reda. Sakit itu terpusat di pinggang kanannya. Gara-gara itu, dia tidak bisa melakukan pekerjaan dengan maksimal. Bahkan menggendong bayi juga dia kesulitan. Pergi ke dukun dia lakoni, sempat sembuh, namun ternyata kumat lagi.

Dia lantas pergi ke Puskesmas Kayangan, dekat rumahnya, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung, Lombok Utara, untuk dirontgen. 

"Dari rontgen itu baru saya tahu, ternyata ada slang di dalam tubuh saya," kata Sri.

Sri kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rontgen dijalaninya lagi. Kondisi badannya sehat, namun lagi-lagi hasilnya sama dengan sebelumnya, bahwa ada slang di tubuhnya. Slang yang dimaksud adalah alat untuk mengganti ginjal kanannya. Dengan kata lain, ginjal kanannya sudah tak ada. Sri ternyata hanya punya satu ginjal.
[ads-post]
"Ternyata ginjal saya cuma satu. Dokter menjelaskan ke saya. Dia tunjukkan yang mana yang ada ginjalnya dan yang mana yang tidak ada. Ginjal kanan saya diganti oleh alat untuk bertahan, saya tidak tahu namanya, tapi seperti slang yang melilit," tuturnya.

Kini dia menunggu tanggal 2 Maret 2017. Soalnya, pada tanggal itu, dia akan dioperasi untuk mengeluarkan slang dari dalam tubuhnya. Operasi akan dilakukan di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha, Qatar untuk melakukan klarifikasi dan meminta keterangan dari RS di Doha serta pihak lainnya yang disebutkan oleh Sri Rabitah setelah hasil operasi pada tanggal 2 Maret nanti.

Nusron mengatakan keterangan mengenai jumlah ginjal Sri masih simpang siur. Nusron menegaskan hasil dari pra-operasi tidak sepenuhnya akurat.

"Informasi masih simpang siur antara keterangan Qatar atau di sini. Dokter bergerak untuk membuktikan apakah ginjal masih ada atau tidak. Menurut deteksi awal, dinyatakan masih ada, ini pra, tidak 100 persen betul," cetus Nusron.

BNP2TKI, kata Nusron, sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Provinsi NTB untuk mengetahui hasil pemeriksaan Sri Rabitah. Kepala BP3TKI Mataram Mucharom ditugasi untuk berkoordinasi langsung dan bertemu dengan Wadir Pelayanan RSUD Prov NTB Dr Agus Rusdi SP Obsgyn dan dokter bagian radiologi.

Dari koordinasi dalam pertemuan itu, diterangkan bahwa secara keilmuan operasi pengangkatan ginjal merupakan tindakan medis yang sangat kompleks. Pra-operasi ginjal membutuhkan waktu 1 minggu dan pasca-operasi membutuhkan waktu 2 minggu. sumber detik.com

Sri meminta kepada dokter untuk izin buang air kecil. Namun dokter tak membolehkannya karena kantong kencing sudah disediakan. Patuhlah Sri kepada dokter. Namun dia melihat urinenya seperti gumpalan darah. Tak lama kemudian, Sri dibawa ke ruang lainnya lagi. Ada tabung besar di ruangan itu.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close