SUARABMI.COM - Ratusan orang tertipu inventasi online Bitcoin Profit Family (BPF) dengan total kerugian hingga miliaran rupiah. 

Di antara anggota itu para TKI di Hongkong, Taiwan, Arab Saudi. Para anggota yang melacak Warto, pengelola BPF tidak menemukan jejaknya.

Investasi BPF ini menjanjikan keuntungan 10 persen per minggu. Para anggota terdiri dari berbagai profesi ini berinvestasi mulai Rp1 juta hingga Rp50 juta. Bahkan Nurhaeni, pekerja di Taiwan berinvestasi Rp262 juta.

BPF dikelola Warto sejak September 2016. Semula investasi ini lancar-lancar saja. Namun, mulai awal Februari pembagian profit terhenti, dan pengelolanya tidak bisa dihubungi.
[ads-post]
Padahal dari ratusan anggota yang sebagian TKI di Hongkong, Taiwan, Arab Saudi tersebut masih banyak yang belum balik modal. Bahkan banyak juga yang baru menanam, sehingga sama sekali belum mendapat profit.

Wahyu, PJ, investor dari Semarang yang menanamkan investasi Rp7 juta sudah mendatangi rumah Warto di Pohkumbang, Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah. Namun, yang bersangkutan ternyata sudah tidak tinggal di situ lagi.

Mantan istrinya, sudah cerai sejak 5 tahun lalu, menuturkan yang bersangkutan juga bermasalah dengan keluarganya. Dari mencuri perhiasannya sampai menggadaikan sertifikat rumah.

Warga sekitar juga membenarkan Warto sebelumnya berdomisili di situ. Akan tetapi mereka sekarang juga tidak tahu kini dia tinggal di mana. poskotanews.com
loading...
loading...

Ratusan orang tertipu inventasi online Bitcoin Profit Family (BPF) dengan total kerugian hingga miliaran rupiah.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close