loading...
loading...

SUARABMI.COMSeorang tenaga kerja Indonesia (TKI) , asal Kota Tanggerang Selatan, Jawa Barat, Santi, (27) mengaku menjadi korban kekerasan oleh majikanya di Malaysia, dengan cara dipukul menggunakan rotan dan besi dibagian kepala hingga bocor dan mengalami luka yang sangat serius.setelah disiksa santi mengaku tidak mendapat pengobatan secara medis hingga melarikan diri.

Karena merasa sering mendapat perlakuan kasar dari sang majikan, akhirnya Santi melarikn diri dan mendatangi pos polisi Diraja Malaysia untuk mengadukan apa yang dialaminya. Oleh polisi tersebut Santi diberi uang Rp 370 ribu untuk biaya pulang ke Indonesia menggunakan Bus perhubungan Prov Kalbar “kata koordinator perlindungan BP3TKI Pontianak, Reinhard Panjaitan SE, Rabu (15/2)
[ads-post]
Selanjutnya Santi oleh petugas Dinas Perhubungan diantarkan ke kantor BP3TKI,dan oleh petugas dilakukan pendataan dan selanjutnya diserahkan ke rumah sakit jiwa Sei Bangkong karena santi diduga menderita gangguan jiwa, setelah nanti Santi sudah sehat akan dikembalikan ke daerah asalnya yakni di kota Tanggerang Selatan, Jawa Barat.

Sebelum diserahkan ke kantor BP3TKI, Santi oleh petugas Dishub diserahkan ke kantor Dinas Sosial, tapi ditolak dengan alasan karena santi mengalani gangguan jiwa” katanya.

Santi sendiri merupakan TKI yang menjadi korban Trafiking oleh abangnya sendiri yang dijual kepada salah satu agen di Malaysia dengan harga 3 ribu ringgit,nama Santi didokumen Paspor juga dipalsukan dengan nama Annisa Cintiya,ia bekerja di Malaysia sejak tahun 2011 hingga 2017, selama tiga tahun bekerja diperlakukan dengan baik, tapi setelah itu Santi sering disiksa oleh majikanya. deliknews.com

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) , asal Kota Tanggerang Selatan, Jawa Barat, Santi, (27) mengaku menjadi korban kekerasan oleh majikanya di Malaysia, dengan cara dipukul menggunakan rotan dan besi dibagian kepala hingga bocor dan mengalami luka yang sangat serius.setelah disiksa santi mengaku tidak mendapat pengobatan secara medis hingga melarikan diri.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close