-----iklan---------
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COMPada hari Minggu kemarin, 12 Februari 2017, puluhan pekerja migran dari Filipina dan Indonesia melakukan aksi protes dengan menari dari Taipei Main Station (TMS/ 台北車站) hingga sekitar area MRT Jalan Barat Minquan (捷運民權西路站) tepatnya di Jin wanwan Mingdian Cheng(金萬萬名店城).

Aksi protes ini memperingati hari “Revolusi Kebangkitan Satu Milyar”, dimana para pekerja migram mengingatkan bahwa banyaknya kekerasan seksual yang terjadi terhadap para pekerja migran. Awal mula bentuk aksi protes ini diawali oleh pekerja migran di Amerika bernama Eve Ensler dengan menari di depan umum untuk menarik perhatian pemerintah setempat atas kasus kekerasan seksual yang dialaminya.

Direktur Asosiasi Pelayanan Pekerja Kota Taoyuan, Wang Yingda, menekankan bahwa di Taiwan telah terdapat lebih dari 250.000 pekerja migran yang bekerja sebagai perawat orang tua. Terdapat banyak kasus kekerasan yang terjadi pada mereka yang tinggal di tempat majikan yang bertugas menjaga orang tua. Selain itu, hampir 24 jam para perawat orang tua tersebut harus siap siaga mengurus para orang tua.
[ads-post]
Para pekerja migran yang melakukan aksi protes tersebut berharap pemerintah dapat mendengar suara mereka. Wang Yingda menghimbau kepada pemerintah Taiwan untuk dapat memberikan perhatian lebih atas keamanan terhadap para pekerja migran perempuan. Selain itu, Wang juga menghimbau agar pemerintah membuat peraturan resmi agar para pekerja tersebut mendapatkan libur minimal 1 hari dalam 1 minggu dan menaikkan standar gaji mereka saat ini.

Di Taiwan, para perawat orang tua seringkali tidak mendapatkan perlindungan yang layak sesuai dengan peraturan Undang-undang Tenaga Kerja Taiwan. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab banyaknya para pekerja migran yang “Kabur” tanpa persetujuan majikan ataupun agensi.

Dalam hal gaji, Menteri tenaga kerja memberikan data dari tahun 2016, yang menunjukkan bahwa rata-rata gaji untuk pekerja rumah tangga asing sebesar NT$ 19.643 per bulan, dengan pendapatan yang mereka terima rata-rata sebesar NT$ 17.449 (setelah dipotong biaya-biaya). Hal ini tidak sesuai dengan peraturan terbaru atas standar gaji di Taiwan, yakni NT$ 21.009 per bulan.


Sumber: CNA

Pada hari Minggu kemarin, 12 Februari 2017, puluhan pekerja migran dari Filipina dan Indonesia melakukan aksi protes dengan menari dari Taipei Main Station (TMS/ 台北車站) hingga sekitar area MRT Jalan Barat Minquan (捷運民權西路站) tepatnya di Jin wanwan Mingdian Cheng(金萬萬名店城).

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close