loading...

SUARABMI.COMPolisi Kaohsiung menggerebek sebuah pabrik tahu kering dan menyelamatkan empat pekerja migran asing yang telah dipekerjakan secara rodi di luar keinginan mereka sampai 14 tahun lamanya dan harus bekerja 15 jam setiap hari.

Seorang wanita Indonesia bernama Fan mengatakan kepada polisi bahwa dia datang ke Taiwan untuk bekerja sebagai pengasuh awalnya, tetapi ketika dia tiba di bandara, seseorang menjualnya ke pabrik tahu kering di mana ia bekerja secara ilegal. Dia mengatakan majikannya telah menyekap dirinya terkunci di dalam di lantai dua pabrik tanpa hari libur selama hampir 14 tahun.

Fan mengatakan majikannya menyita IDnya dan ID tiga pekerja migran lain, memaksa mereka untuk bekerja 06:00-21:00 setiap hari tanpa hari libur atau lembur.

Dua orang Indonesia, Seorang Vietnam dan Filipina dilaporkan telah kabur oleh broker mereka, yang menjerumuskan mereka menjadi pekerja ilegal dan tidak bisa keluar dari Taiwan.
[ads-post]
Pekerja Indonesia membeli ponsel dari rekan kerja Taiwan dan mengirim sms ke suaminya yang berada di Indonesia untuk memanggil polisi. Dia akhirnya diselamatkan awal bulan ini.

Majikan dan broker ditetapkan telah melakukan perdagangan manusia, kepolisian diminta untuk memberantas mereka dan menghilangkan praktek perdagangan manusia dan tenaga kerja ilegal. 

Menurut Laporan Negara tentang Praktek Hak Asasi Manusia pada tahun 2015 , sebagian besar korban humman trafficking di Taiwan adalah pekerja migran dari Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam.

Hal ini dikarena jumlahnya yang lebih dari 550.000 pekerja migran Taiwan direkrut di negara asal mereka melalui agen perekrutan dan broker yang memungut biaya perekrutan yang tinggi, sehingga hal ini dimanfaatkan untuk mengelabuhi bank dengan cara melaporkan TKI sebagai TKI kaburan, namun padahal tidak dan masih berada pada naunagn agensi itu.

Agensi di Taiwan sering merayu majikan untuk memulangkan TKI bermasalah saat mereka mengeluh dan mengambil TKI baru pada agensi tersebut.

Dengan begitu, agensi bisa mendapatkan TKI baru dan melakukan pemerasan dengan dalih hutang kepada TKI bermasalah tersebut.

Sebagian besar TKI dan TKA yang menjadi korban perdagangan manusia itu berasaldari Indonesia dan Vietnam, dimana banyak dari mereka bekerja di Kapal ikan taiwan namun tidak menerima upah, jam kerja yang melebihi aturan, kekerasan fisik, kekurangan makanan dan kondisi hidup yang mengenaskan. *red

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Diberdayakan oleh Blogger.
close