loading...

SUARABMI.COMKondisi buruh migran Indonesia di Malaysia kini berada dalam kondisi bahaya. Pemerintah didesak segera mengevaluasi implementasi MoU Indonesia dan Malaysia tentang perlindungan pekerja rumah tangga (PRT) migran. Direktur Eksekutif Migran CARE, Wahyu Susilo, mengatakan selama ini MoU Indonesia dan Malaysia hanya menjadi “macan kertas”.

“Tidak ada kepatuhan kedua negara. Ini dibuktikan dengan terus berulangnya praktik kekerasan terhadap PRT Migran Indonesia di Malaysia,” kata dia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pernyataan Wahyu terkait dengan pasca-ditetapkapkannya Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur sebagai tersangka oleh KPK atas kasus suap yang merugikan puluhan ribu buruh migran Indonesia yang mengurus dokumen paspor melalui mekanisme reach out di Malaysia.

“Serta berulangnya kecelakaan kapal yang mengangkut buruh migran Indonesia yang melintas di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, serta masih terus terjadi kasus kekerasan yang dialami oleh PRT migran Indonesia di Malaysia,” kata Wahyu.
[ads-post]
Seperti diketahui, kasus terakhir terungkap, Suyantik, TKW asal Indonesia, mengalami penyiksaan secara keji oleh majikannya. “Ini merupakan tanda bahaya yang menjadi ancaman serius bagi keselamatan buruh migran dan PRT migran Indonesia di Malaysia,” tegas Wahyu.

Menurut Wahyu, skandal suap pengurusan dokumen yang melibatkan Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur dengan beberapa perusahaan Indonesia dan Malaysia membuktikan bahwa selama ini buruh migran Indonesia hanya menjadi sapi perahan. Selain itu, juga menjadi sumber keuntungan yang tidak sah bagi pejabat publik yang seharusnya melindunginya.

“Citizen Services atau pelayanan warga negara yang selama ini dicitrakan di KBRI Kuala Lumpur sebagai pelayanan prima bagi buruh migran faktanya hanya merupakan isapan jempol semata,” sesal Wahyu.

Praktik suap ini juga menyebabkan keengganan bagi para buruh migran Indonesia yang hendak mengurus dokumen paspor agar menjadi sah keberadaannya di Malaysia. Hal ini pula yang menyebabkan mereka harus memilih jalur pintas menumpang kapal-kapal tidak layak yang menyeberangi perbatasan Indonesia-Malaysia untuk menghindar pemeriksaan dokumen paspor.

“Pilihan penuh risiko ini berakibat fatal dengan kecelakaan yang berulang kali terjadi baik di Selat Malaka maupun di perairan Sabah Malaysia Timur,” jelas dia.

Di sisi yang lain, fungsi-fungsi perlindungan dan monitoring kondisi warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia menjadi terabaikan, terutama ketika para diplomatnya lebih bersemangat untuk terlibat dalam bisnis pengurusan dokumen WNI yang mendatangkan keuntungan.

Dari hasil monitoring yang dilakukan Migrant CARE, terjadi kemerosotan kualitas pelayanan dokumen pengurusan paspor dari tiga hari menjadi 12 hari, meskipun mereka sudah membayar biaya yang lebih besar.

Kemerosotan pelayanan ini yang mengakibatkan buruh migran terpaksa harus tidur di trotoar KBRI Kuala Lumpur. “Dalam sehari, rata-rata ada 1.000 orang yang mengurus,” sebut Wahyu.

Selain kurun waktu yang makin lama proses pengurusan paspor, buruh migran juga harus datang tiga kali untuk perpanjangan dokumen tersebut sehingga terpaksa meninggalkan kerja dan menghabiskan uang.

Perkuat Kerja Sama

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, menyatakan geram dengan terus berulangnya sejumlah peristiwa yang membuat TKI menjadi korban.

“Kami akan memperkuat kerja sama dengan Kemenkumham untuk menyaring WNI yang mau bekerja keluar negeri,” tegasnya. Dia juga akan memastikan setiap TKI yang berangkat berdokumen resmi.

“Kami juga perbaiki agar migrasi ke luar negeri mudah, murah, cepat, dan aman,” tegasnya. Setiap pemegang paspor yang melintas pelabuhan dan bandara akan diperiksa lebih detail. Tidak hanya arah tujuan negara, namun juga dokumen resmi bekerja di perusahaan jika tujuannya akan bekerja. “Jika tidak lengkap, akan dilarang melintas keluar negeri,” tandas Hanif. koran jakarta


TKI di Malaysia dalam Bahaya

Buruh Migran - Pemerintah Didesak Evaluasi MoU dengan Malaysia

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Diberdayakan oleh Blogger.
close