loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COMHati-hati bahaya infeksi leptospirosis, yang berasal dari urin binatang. Risiko terburuk bisa menyebabkan perdarahan spontan, sesak napas hingga batuk berdarah. Jadi ibu itu mesti tahu segala macam, termasuk urusan bakteri leptospirosis. Umumnya bakteri leptospirosis, marak di musim hujan di negara tropis, seperti Indonesia.

Bakteri leptospirosis ditularkan lewat media air, tanah, dan lumpur yang terkontaminasi  oleh urin binatang, tikus misalnya *iyuuuuh. Bisa juga yang berasal dari gigitan binatang, seperti tikus, babi, anjing dan sapi yang kabarnya juga bisa menularkan bakteri leptospirosis. Kebayang dong, kalau musim hujan gini, banyak sekali genangan air di sekitar kita. Dan entah apa saja yang sudah terkandung di dalam genangan itu.

Cara masuk bakteri ini, bisa dari kulit yang terluka, atau selaput lendir pada mata, hidung, bibir dan mulut. Adapun gejalanya berupa:
  • Demam menggigil, dan terjadi mendadak[ads-post]
  • Nyeri kepala
  • Pegal-pegal
  • Nyeri otot, gejala khas yaitu nyeri tekan pada otot betis
  • Nyeri perut, mual dan muntah
  • Iritasi dan kemerahan pada mata disertai fotofobia (takut terhadap cahaya)
  • Ruam pada kulit

Masa inkubasi bakteri ini 7-14 hari, umumnya selama 10 hari. Sebetulnya gejala di atas ada kemungkinan menghilang 5-7 hari, namun tetap waspada, karena 10% dari pasien, bisa mengalami keadaan yang lebih buruk.

Seseorang yang terinfeksi bakteri leptospirosis, dan keadaannya memburuk berpotensi terkena penyakit “Weil”. Umumnya teradi 1-3 hari setelah gejala ringan di atas yang tadi saya ebutkan muncul. Gejala “Weil” akan timbul, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  • Demam kuning, terlihat dari kulit dan mata yang menguning dan disertai pembesaran hepar dan limfa.
  • Gagal ginjal, tidak berfungsinya sel ginjal.
  • Perdarahan spontan, mimisan, bintik-bintik perdarahan di kulit. Apabila ada menjalar ke paru, pasien dapat mengeluh sesak napas, nyeri dada, hingga batuk berdarah.
Pada keadaan yang lebih berat, infeksi bisa menyebar sampai ke otak. Dan berujung meningitis (peradangan selaput otak) dan ensefalitis (peradangan otak), ditandai kaku kuduk, nyeri kepala, muntah, sampai kejang-kejang.

#Mencegah lebih baik daripada mengobati/ mommiesdaily

Hati-hati bahaya infeksi leptospirosis, yang berasal dari urin binatang. Risiko terburuk bisa menyebabkan perdarahan spontan, sesak napas hingga batuk berdarah. Jadi ibu itu mesti tahu segala macam, termasuk urusan bakteri leptospirosis. Umumnya bakteri leptospirosis, marak di musim hujan di negara tropis, seperti Indonesia.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.