-----iklan---------
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COMSebuah sindikat pemalsuan data telah menyediakan data palsu untuk 2 TKW Indonesia dan 2 orang Paperan untuk meminjam uang ke Bank. Sindikat tersebut memberikan kontrak kerja palsu guna memuluskan aksinya untuk meminjam uang di bank.

Sindikat ini mampu dipecahkan polisi setelah penangkapan 17 orang terkait kasus tersebut. Polisi masih mencari 10 wanita Indonesia  dimana mereka terlibat peminjaman uang yang nilainya mencapai HK$ 600,000 sejak Juni 2015 lalu.

Dari kasus pemalsuan data untuk meminjam uang tersebut, banyak yang sudah meninggalkan Hong Kong kembali ke Indonesia, namun polisi Hong Kong akan meminta bantuan konsulat Indonesia untuk melacak hal ini.

3 dari 17 tersangka merupakan pimpinan dari sindikat pemalsuan data tersebut yang telah beroperasi selama 2 tahun ini.

Ketiga orang itu adalah Trio (54)  asal Nepal dan 2 Wanita Indonesia 34 dan 41 dimana salah satunya mempunyai Identitas HK dan satunya lagi adalah OS.

Sedangkan ke-14 lainnya merupakan TKW asal Indonesia dimana 12 statusnya masih aktif sebagai PRT dan 2 orang statusnya paperan.
[ads-post]
Polisi mulai menyelidiki hal ini setelah mendapat pengaduan dari perusahaan keuangan pada bulan Desember lalu.

Dari penyelidikan, 3 orang tersebut adalah dalang dari kasus penipuan data palsu untuk meminjam uang di bank tersebut sebagaimana diutarakan Wong Kwok-kit.

Dari Juni 2015 hingga Desember 2016, sindikat tersebut telah membantu setidaknya 23 TKW Indonesia untuk mengajukan pinjaman dengan salinan kontrak kerja palsu melalui cabang-cabang perusahaan keuangan.

Setelah 3 bulan penyelidikan akhirnya kepolisian menggerebek 15 titik lokasi dan menangkap 1 orang laki-laki asal Nepal dan 16 Wanita asal Indonesia.

Pejabat menyita HK$ 150.000 bersama dengan dua komputer dan sejumlah besar kontrak kerja palsu yang dibuat oleh pelaku.

Trio asal Nepal sebagai pemimpin utama di tangkap di Causeway Bay dimana tempat pembuatan dokumen palsu berada disana.

Bagi yang pernah meminjam uang dengan data palsu dengan tujuan tidak mengembalikan dan bisa pulang Indonesia, waspadalah, karena akan ditelusuri sampai kampung halaman bagi yang telah pulang melalui KJRI.

Sebuah sindikat pemalsuan data telah menyediakan data palsu untuk 2 TKW Indonesia dan 2 orang Paperan untuk meminjam uang ke Bank. Sindikat tersebut memberikan kontrak kerja palsu guna memuluskan aksinya untuk meminjam uang di bank.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close