-----iklan---------
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COMSebut saja namanya Qurbany, mengadukan nasibnya yang menderita akibat dibohongi temanya, "We". Setiap bulan Qurbany setor Arisan kepada We HK$3000 selama 37 bulan.

Melalui WA +62 81234094001, Qurbany mengirimkan gambar We yang disebutkan warga Tulungagung.  Lengkap nama desa Rt, Rw di salah satu kecamatan. 

"Bagaimana Anda tahu alamat We?" Tanya saya. 
"Saya sering membantu mengirimkan paket ke keluarganya di alamat tersebut"  Jawab Qurbany.

"Apakah saya bisa menuntut uang saya?".  Itulah pertanyaan inti Qurbany.  

Perlu diketahui,  bahwa tempat kejadian perkara adalah di Hongkong,  maka Hukum Hongkong yang berlaku. Maka bagi Anda yang melakukan transaksi apapun di Hongkong harus hati hati. Jika terjadi perselisihan dan sengketa maka hanya hukum Hongkong yang dapat menyelesaikannya. KECUALI tertera perjanjian yang jelas bahwa jika timbul dispute akan diselesaikan menggunakan hukum Indonesia melalui pengadilan arbitrase. 

Qurbany yang pada saat ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kota X di Jatim,  telahpun juga bercerai dengan suaminya. Penderitaannya sudah lengkap. Sedangkan Bos Arisan masih mengejar korban baru di Hongkong mendulang dolar dari korban yang tergiur bujuk rayu syetan alas yang tak berhati perut itu.
[ads-post]
Dalam foto, We berperawakan subur,  beralis tattoo umur kurang lebih 35 tahun. Rambut pendek, dan memang terlihat memiliki kelebihan kecerdasan dan kharisma dibandingkan BMI rata rata sehingga mampu mempengaruhi dan menguasai. 

Menurut Qurbany,  We memegang visa kungyan dengan cara membeli majikan. We stay out dan bebas menjalankan aktivitasnya. 

Bahkan,  semenjak Qurbany kenal dengan We, Qurbany yg overstay dicarikan pekerjaan sebagai babysitters dengan gaji HK $4000.  Tiga ribu untuk ikut Arisan yang dikelola We dan Qurbany hanya menerima HK$ seribu. 

Dalam ikut serta Arisan itu,  We tidak diberi selembar kertas kwitansi / receipt penerimaan uang sama sekali.  Tidak ada bukti tertulis. 

Tanpa bukti apapun, lagipula TKP di Hongkong,  harapan uang kembali sangat tipis.  Hanya tergantung pada belas kasih We. Hukum sulit menjangkau,  bahkan tidak mungkin. 

Sebelum sempat menyelesaikan urusannya dengan We, Qurbany sudah keburu harus pulang tanpa membawa apapun selain baju yang dipakainya. Maklum, karena overstay dan terpaksa pulang. 

Dalam keadaan terpuruk,  Qurbany berusaha menarik uang Arisan yang dikelola We. Namun tidak ada tanggapan apapun dari We. Sedangkan hukum harus didukung dengan bukti materiil selain singkron dengan wilayah jurisdiksi tempat kejadian perkara. 

Nah,  pelajaran bagi Anda semua. Jika anda melakukan transaksi di Luar Negeri perhatikanlah, kiranya timbul masalah di kemudian hari,  apakah jika Anda pulang habis kontrak, apakah bisa diselesaikan menggunakan hukum Indonesia?.  Jika tidak bisa,  ANDA HARUS MENGHINDARINYA ATAU WASPADA!!! Hati hati juga dengan perjanjian kredit / hutang yang dapat dilakukan sidang arbitrase,  anda bisa ditagih dimanapun berada. 

Jika Anda menghadapi masalah hukum, homicide, hutang piutang, diburu jurutagih,  dll. Silahkan konsultasikan dengan team pengacara / penasehat hukum di nomor WA / Phone +62 81234094001. 

Sebut saja namanya Qurbany, mengadukan nasibnya yang menderita akibat dibohongi temanya, "We". Setiap bulan Qurbany setor Arisan kepada We HK$3000 selama 37 bulan.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close