PERHATIAN : JIKA BERITA ATAU ARTIKEL KAMU INGIN DIMUAT DISUARABMI.COM, KAMU DAPAT MENGIRIMKANNNYA MELALUI FORM UNTUK KIRIM BERITA DAN ARTIKEL KAMU DISINI
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COMSkip Challenge yang sedang digandrungi para remaja pengguna Instagram harus segera dihentikan.

Apabila dalam sebuah permainan ada pemain yang pingsan atau bahkan sampai meninggal dunia, sudah sangat jelas tidak layak untuk dimainkan. Apalagi sampai menjadi viral, bahkan sampai muncul anggapan belum keren kalau belum bermain Skip Challenge.

"Kalau sudah sampai ada yang pingsan, tandanya berbahaya. Nggak usah lagi dijelaskan, bila kondisinya sudah seperti itu (akibat dari bermain Skip Challege), berarti memang nggak benar permainannya," kata Dokter Spesialis Penyakit dan Pembuluh Darah Konsultan Rumah Sakit Harapan Kita, Ariesca Ann Soenarto, saat dihubungi Health Liputan6.com pada Jumat (10/3/2017)

Jauh sebelum populer di Indonesia, permainan yang mengharuskan pemainnya menekan dada lawan sekeras-kerasnya selama beberapa detik, lebih dulu booming di negara Barat.

Kejadian yang sama persis pun terjadi di sana. Banyak orangtua yang takut anaknya mati sia-sia karena terlibat dalam permainan Skip Challenge atau Chooking Game atau Pass out Challenge ini.
[ads-post]
"Saya cuma bisa bilang dan mengimbau agar lebih hati-hati dalam memainkan permainan Skip Challenge ini," katanya.

"Jadi, kalau dada ditekan sekeras-kerasnya, di belakang ada itu ada pembuluh darah besar yang ikut tertekan juga. Sehingga aliran darah ke otak tidak ada, akibatnya pingsan. Jadi, permainan ini benar-benar berbahaya," kata Ariesca menambahkan.

Akibat berkurangnya pasokan darah ke otak, lanjut Ariesca, pemain Skip Challenge tidak hanya pingsan. Mereka pun bisa kejang-kejang yang berujung pada kematian.

Ariesca sendiri tidak tahu mengenai fenomena Skip Challenge ini. Namun, setelah dijelaskan bagaimana cara bermainnya, Ariesca malah mengimbau agar penemu permainan Skip Challenge ini yang "ditangkap".

"Siapa, sih, yang menemukan permainan Skip Challenge tersebut? Hadapi dokter dulu sebelum bikin permainan, apalagi sampai kejang dan ada yang meninggal dunia. Yang menemukan Skip Challenge itu yang harus dipegang," katanya geram.

Pengawasan anak akan permainan harus lebih inten dikalangan orang tua dan guru, karena permainan ini sering dimainkan di sekolah saat-saat jam istirahat.

Skip Challenge yang sedang digandrungi para remaja pengguna Instagram harus segera dihentikan.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close