-----iklan----
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COM - Kasih sayang seorang ibu sepanjang masa itu memang benar adanya, seorang ibu rela berkorban dan rela sakit-sakitan demi sang buah hati agar bisa menatap masa depan yang lebih cerah.

Sebut saja namanya Halimatus Sadiah, dalam sebuah grup Pengaduan TKI Taiwan ia menceritakan bagaimana majikannya mempekerjakannya diluar batas yang sesungguhnya.

"Aku 8 bulan lagi finish kontrak, aku pengen pindah majikan dan gak mau pulang dulu. Namun kata agen penerjemah, aku gak bisa pindah majikan dan harus pulang dulu. Aku disini kerja berat banget, gak tahu cuaca hujan, panas, angin, aku nyangkul rumput-rumput, menanam sayuran dan banyak bersih-bersih 2 rumah. Dirumah ada kakek nenek yang menjadi tanggung jawabku, masak-masak buat bos sekeluarga dan mencuci baju semuanya. Pokoknya banyak lagi ditambah mulut nyonyaku kasar sekali. Aku sabar, ini fbku, aku gak mau pulang karena aku nunggu anak lulus wisuda baru aku pulang" curhat Halimah sambil menyodorkan sebuah fotonya yang membawa cangkul.

Kisah pedih dan kerja ekstranya ini ia pendam hampir selama 3 tahun terakhir. Tak seorangpun ia ceritai, bahkan anak atau keluarga sendiri. Rupanya Halimah ingin tetap menjaga perasaan anaknya agar tetap bahagian dan tidak terlalu memikirkannya.
[ads-post]
Halimah pun menceritakan latar belakang mengapa ia memendam semua ini hingga akan finish kontrak.

"Dulu aku enak, punya tabungan tapi namanya manusia biasa, aku pengen punya seorang imam yang akan membimbing hidupku. Aku janda satu anak, lantas aku menikah dengan seorang laki-laki di rumah, namun nasib berkehendak lain. Suami baruku meminjam uang anakku yang sejatinya untuk biaya kuliah anakku, namun ternyata ia tak pernah mengembalikannya. Anakku hampir saja berhenti kuliah karena terbentur baya, lantas aku pergi ke Taiwan agar anakku bisa meneruskan kuliahnya lagi. Aku begini di Taiwan tetap bersabar dan gak pernah cerita kepada anakku, facebookan pura-pura bahagia." cerita Halimah sebagaimana didapat suarabmi.com

Sungguh perjuangan yang luar biasa bagi seorang ibu, selalu memperlihatkan wajah bahagia didepan anaknya walaupunsejatinya hatinya menagis teriris karena keadaan. Semoga Halimah semakin tegar menghadapi kehdupan dan ia mendapatkan keberkahan serta kenikmatan dari jerih payahnya ini. Halimah.... seorang ibu inspirator bagi ibu-ibu lainnya yang juga menjadi BMI.

Kasih sayangseorang ibu sepanjang masa itu memang benar adanya, seorang ibu rela berkorban dan rela sakit-sakitan demi sang buah hati agar bisa menatap masa depan yang lebih cerah.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close