-----iklan---------
Banner iklan disini
loading...
loading...

Pemerintah.Kesulitan.Ungkap.Penyekapan.TKI.di.Riyadh.Ini.Alasannya
SUARABMI.COM - Sebagaimana informasi yang diterima oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia tentang penyekapan 300 TKI yang diduga disekap oleh salah satu perusahaan tempat mereka bekerja, kementerian mengaku kesulitan mengungkapnya.

Kabar ini mencuat setelah 6 dari mereka yang disekap berhasil melarikan diri dan meminta perlindungan kepada KBRI Riyadh.

Retno Marsudi, Kemenlu mengatakan kesulitan yang dialaminya karena kebanyakan TKI yang berhasil melarikan diri tidak mengetahui nama perusahaan sehingga hal ini menghambat untuk mencari akar persoalannya.

"Mereka yang sudah lepas, saat ditanya tidak tahu nama perusahaan dan penguhubung mereka pertama kali," kata Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (7/4/2017), seperti dikutip Tribunnews.com.

Menurut Retno, mereka yang saat ini berada di KBRI tidak banyak menyimpan informasi. Saat mereka di tanya siapa penghubung mereka ke perusahaan, mereka hanya jawab 'MAMI', 'BUNDA' dan panggilan lainnya bukan nama jelas sesuai identitas.
[ads-post]
Namun begitu, kata Retno, pemerintah tidak akan berhenti untuk melakukan investigasi lebih lanjut mengenai perusahaan yang menyekap para TKI.

"Khususnya dari polisi, karena itu saya sudah bicara dengan Kapolri, Menaker, saya sudah bicara dengan kepala BNP2TKI, karena sekali lagi ini harus selesai, ini harus distop," tegas dia.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, dari informasi yang didapat, diduga 300 orang TKI itu sebagian besar berasal dari Nusa Tenggara Barat.

Iqbal mengatakan, mereka diduga merupakan TKI yang berangkat tidak sesuai prosedur. Karena itu pihaknya tidak bisa memantau keberadaan para TKI tersebut.

"Kita tidak bisa pantau keberadaan mereka, kita tahu keberadaan mereka setelah ada permasalahan," tutur Iqbal.

Menurut Iqbal, informasi awal terkait TKI ini diperoleh sekitar dua minggu lalu. Selain disekap, para korban diduga menerima siksaan fisik.

Ia pun menduga, mereka merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). "Sangat kuat dugaan ke TPPO," kata Iqbal. (kompas.com/suarabmi.com)

Sebagaimana informasi yang diterima oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia tentang penyekapan 300 TKI yang diduga disekap oleh salah satu perusahaan tempat mereka bekerja, kementerian mengaku kesulitan mengungkapnya.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close