-----iklan---------
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COM - Seorang BMI asal Malang Jawa Timur memilih pulang ke Indonesia dari Hong Kong lantaran agen tak mau menjelaskan jumlah dan peruntukan potongan yang akan dibebankan kepadanya.

"Saya hanya ingin tahu berapa potongannya nanti.. Tapi agen bilang saya tahunya nanti saja kalau sudah masuk majikan, dan saat saya bilang lebih baik cancel daripada nggak jelas begitu, agen ngomong kalau sudah nggak bisa cancel lagi karena visa sudah diajuin ke Imigrasi" ujarnya sebagaimana dikutip suarabmi.com dari suaraHK.

Sebelumnya TKW asal malang ini telah bekerja pada majikan pertamanya selama 3 bulan namun ia digigit anjing dan break kontrak dan pada majikan keduanya setelah 9 bulan, momongannya (kung kung) meninggal.

"Agen yang dulu, sisa potongan saya (majikan pertama) ditumpuk dengan (potongan) majikan kedua, jadinya saya banyak ngutang" ujarnya

Untuk majikan ketiga, Riri akhirnya pindah agen dan memilih calling visa menunggu panggilan di Tanah Air.  Semula Riri mengira telah mendapat agen yang lebih baik ketika ditawari potongan ‘hanya sejumlah 5 x HK$ 3000 saja’.
[ads-post]
Namun sekali lagi, nasib baik belum juga berpihak kepada Riri. Sekitar 9 bulan menjaga majikan ketiga, BMI ini tiba-tiba diterminit begitu momongannya kembali sehat. 

Akibatnya, Riri kembali ke Agen berinisial MY itu dan minta dicarikan majikan selanjutnya. Caranya tetap dengan calling visa, yaitu Agen MY mencarikan majikan dan mengurus dokumen untuk visa, sementara Riri tunggu panggilan di kampung halamannya.

Entah mengapa, Riri yang kemudian mendapatkan majikan keempatnya ini terus mengalami nasib apes. BMI ini break kontrak dan diterminit hanya dalam hitungan bulan hingga majikan yang keenam.

Seperti yang sudah-sudah, Riri pun kembali ke Agen berinisial MY untuk minta dicarikan majikan lagi. Namun berkaca dari pengalaman sebelumnya, Riri meminta agen menjelaskan berapa biaya potongan yang akan ditanggungnya nanti, dan untuk apa saja biaya itu dibayar.

“Karena pengalaman di majikan-majikan sebelumnya, potongan saya ditumpuk-tumpuk terus, jadi kalau belum lunas potongan tapi sudah break, potonganya harus dibayar kalau sudah masuk Majikan baru,” kata Riri.

Riri menyatakan, dirinya tak menerima pesangon atau gaji apapun saat diterminit majikan keenam karena agen beralasan uang dari majikan harus dipotong untuk membayar utang-utangnya selama ini kepada agen.

“Katanya diitung-itung, terus saya cuma dapat tiket saja. Saya kan nggak mau terus-terusan kerja 4 tahun tapi nggak dapat apa-apa?,” kata Riri, lalu mengusap matanya yang mulai basah.

Riri pun memberanikan diri bertanya kepada Agen MY, berapa potongan yang harus dibayarnya nanti seandainya jadi bekerja di majikan yang ketujuh. Namun agen menolak menjawab, sehingga Riri nekat memutuskan ingin cancel dan pulang ke Tanah Air saja.

“Daripada saya terbelit utang agen lagi, mending pulang saja. Tapi kata Agen, nggak bisa cancel karena visanya sudah diajukan ke Imigrasi,” kata Riri.

Kebingungan, Riri akhirnya datang ke Christian Action untuk minta bantuan. BMI ini didampingi melaporkan agennya itu ke KJRI, sekaligus untuk meminta agen mengembalikan paspornya yang ditahan.

Saat berita ini diturunkan, Riri telah masuk shelter Christian Action di To Kwa Wan menunggu kasusnya selesai.

sumber suaraHK

Seorang BMI asal Malang Jawa Timur memilih pulang ke Indonesia dari Hong Kong lantaran agen tak mau menjelaskan jumlah dan peruntukan potongan yang akan dibebankan kepadanya.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close