PERHATIAN : JIKA BERITA ATAU ARTIKEL KAMU INGIN DIMUAT DISUARABMI.COM, KAMU DAPAT MENGIRIMKANNNYA MELALUI FORM UNTUK KIRIM BERITA DAN ARTIKEL KAMU DISINI
Banner iklan disini
loading...
loading...

TKW hong kong hari ini
SUARABMI.COM - Menurut sebuah studi baru oleh Mission for Migrant Workers, Tiga dari lima pekerja rumah tangga di Hong Kong tidak diberi akomodasi yang memadai.

LSM tersebut menemukan bahwa satu dari 50 pekerja rumah tangga tidur di area seperti toilet, ruang penyimpanan, ruang bawah tanah, balkon, atap, lemari atau ruang umum yang terpisah.

Sementara 57 persen mengatakan mereka memiliki kamar tidur mereka sendiri, sepertiga dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa kamar mereka juga berfungsi ganda seperti kamar plus gudang, plus rumah hewan piaraan, plus kantor dan lain-lain.

LSM tersebut juga menyalahkan persyaratan wajib pemerintah yang memaksa pekerja rumah tangga untuk tinggal dengan majikan mereka, dan juga persyaratan yang tidak jelas dalam kontrak yang menyebutkan bahwa hanya akomodasi yang "layak" yang harus disediakan. Layak seperti apakah?

Seorang pekerja mengatakan kepada Mission for Migrant Workers: "Saya merasa tidak memiliki privasi karena saya merasa tidak nyaman karena atasan saya dapat memasuki kamar saya kapan saja."
[ads-post]

Yang lain juga mengatakan pasrah apa kata majikan yang penting mereka di bayar, karena mereka ingin bekerja karena membutuhkan uang, dan mereka takut untuk di pulangkan jika melawan atau rewel kepada majikan.

Hampir setengah dari mereka yang disurvei tidak memiliki kunci sendiri ke kamar mereka, sementara sepertiga majikan dilaporkan masuk ke kamar mereka secara teratur.

Sekitar 67 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak memiliki toilet sendiri dan - di antaranya - 14 persen tidak memiliki akses ke toilet sama sekali. Selain itu, 33 persen tidak memiliki hak untuk memakai penyejuk udara selama musim panas.

Koordinator program dan peneliti Norman Uy Carnay menuntut agar kebijakan dan kondisi akomodasi sesuai dengan standar internasional.

Pengaturan akomodasi alternatif tidak sehat, tidak manusiawi dan bahkan melanggar standar yang sudah tidak memadai yang ditetapkan oleh Hong Kong dalam Kontrak Ketenagakerjaan Standarnya

Kelompok tersebut mendesak pemerintah untuk menetapkan "akomodasi yang layak," sebagaimana tercantum dalam kontrak. 

Mereka juga meminta pihak berwenang untuk mengatur dan memantau pengaturan akomodasi, mengembangkan sistem pengaduan dan mempertimbangkan untuk membiarkan opsi live-out bagi karyawan.

Penelitian dilakukan di antara 3.000 pekerja rumah tangga asing dari Indonesia dan Filipina tahun lalu

Berikut komentar terpilih dari BMI Hong Kong.

sumber Hongkongfp

Menurut sebuah studi baru oleh Mission for Migrant Workers, Tiga dari lima pekerja rumah tangga di Hong Kong tidak diberi akomodasi yang memadai.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close