PERHATIAN : JIKA BERITA ATAU ARTIKEL KAMU INGIN DIMUAT DISUARABMI.COM, KAMU DAPAT MENGIRIMKANNNYA MELALUI FORM UNTUK KIRIM BERITA DAN ARTIKEL KAMU DISINI
Banner iklan disini
loading...
loading...

Inilah 10 Macam Perbedaan Direct Hiring System Lama dan Baru
SUARABMI.COM - Proses perpanjang kontrak atau yang lebih dikenal dengan sebutan DH dibentuk dan diresmikan setelah banyak majikan yang merasa sudah cocok dengan pekerjanya. Tujuannya adalah menghemat biaya, mengurangi potongan PJTKI dari negara pengirim tenaga kerja.

Tanggal 5 November 2016  diresmikanlah peraturan baru, yaitu PERPANJANGAN KONTRAK (DH) TANPA PULANG. Akan tetapi PERPANJANGAN KONTRAK (DH) sistem lama masih tetap berlaku.

Sampai saat ini masih banyak diantara kita yang masih bingung dan belum bisa membedakan mana yang masih memakai sistem lama atau mana yang sudah memakai sistem terbaru?
[ads-post]
Berikut 10 macam perbedaan proses DH sistem lama dan DH sistem terbaru.
DH SISTEM LAMA 
  1. Kembali ke majikan yang sama
  2. Nama job order yang sama
  3. Nama pekerja yang sama
  4. Ada 4 tahapan
  5. Harus legalisir PK.
  6. Medikal di Indonesia
  7. Harus pulang min.sehari untuk mengambil visa di negara asal
  8. Masuk Taiwan dalam waktu 3 hari harus medikal. Dan dilampiri suntik vaksin shang han
  9. Pengajuan surat ijin kontrak kerja keluar stelah masuk Taiwan.
  10. ARC diperpanjang setelah masuk Taiwan dalam jangka waktu 15 hari.


DH SISTEM BARU
  1. Tidak harus kembali majikan.
  2. Boleh pindah job, pindah majikan
  3. Boleh ambil pekerja yang masih berada di Taiwan.
  4. Ada 2~3 tahapan (untuk informal)
  5. Tidak harus Legalisir PK. Tapi untuk Indonesia harus legalisir PK setelah surat ijin kerja keluar.
  6. Tidak harus medikal
  7. Tidak harus pulang,jadi tidak perlu ambil visa.
  8. Terhitung mulai hari pertama kerja tidak perlu medikal.
  9. Pengajuan Surat ijin perpanjangan kerja dilakukan 2 bulan sebelum kontrak habis.
  10. ARC diperpanjang setelah surat ijin kontrak kerja turun

Itulah 10 perbedaan system DH versi lama dan baru yang harus diketahui, dibaca dan dipahami agar tidak salah dalam menerima informasi. 

Artikel ini ditulis oleh Hani TW

Proses perpanjang kontrak atau yang lebih dikenal dengan sebutan DH dibentuk dan diresmikan setelah banyak majikan yang merasa sudah cocok dengan pekerjanya. Tujuannya adalah menghemat biaya, mengurangi potongan PJTKI dari negara pengirim tenaga kerja.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close