PERHATIAN : JIKA BERITA ATAU ARTIKEL KAMU INGIN DIMUAT DISUARABMI.COM, KAMU DAPAT MENGIRIMKANNNYA MELALUI FORM UNTUK KIRIM BERITA DAN ARTIKEL KAMU DISINI
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COM - Seorang pria kulit hitam Africa Kokou Apelete (37) divonis hukuman penjara 9 tahun oleh pengadilan tinggi Hong Kong, Rabu 17/05 setelah terbukti melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga seorang buruh migran. Pengadilan juga memetrintahkan membayar kompensasi HK$48.120 kepada korban.

Dalam pengadilan, petugas polisi yang tiba untuk menangkap pelaku bersaksi, korban lari keluar dari apartemen pelaku di Tuen Mun dengan wajah trauma, sedih dan ketakutan. 

Kokou Apelete tidak menunjukkan rasa penyesalan saat ditangkap, bahkan setelah di vonis oleh hakim jury.

Hakim Esther Toh Lye-ping menyatakan sangat terkejut dengan trangkaian kejadian ini.

Esther Toh, menggarisbawahi bahwa Apelete mempergunakan kelemahan dan kerentanan korban sebagai pembantu rumah tangga di rumahnya, sehingga korban mengalami kerugian jasmani dan rokhani bahkan kehilangan kesempatan bekerja.

"Ini adalah pengalaman yang sangat mengerikan bagi siapa saja, apalagi untuk seseorang yang berada dalam posisi korban yang bekerja di Hong Kong, jauh dari keluarganya, yang mempercayakan keamanannya kepada majikanya." Kata Hakim Esther Toh.

Korban yang tidak disebutkan namanya karena alas an privacy dan hokum itu mengungkapkan dalam berita acara pemeriksaan bahwa dia mengalami depresi setelah kejadian tersebut dan trauma, dia terperanjat jika ada seseorang menyentuhnya dari belakang atau saat bertemu dengan pria asing.

Kepada pengadilan, korban mengeluhan penederitaanya karena sebagai tulang-punggung keluarga dia harus kehi;angan pekerjaanya. Korban juga harus menerima perintah injeksi (suntik) anti HIV/AIDS setelah peristiwa itu karena pemerkosa tidak menggunakan kondom.

Pengadilan mengungkapkan bahwa Apelete sebenarnya telah berusaha beberapa kali merayu dan mendekati pembantunya dengan maksud bahwa dia ingin menjalin hubungan (sex) dengan dia dan sekaligus menjadi pekerja yang mengurus rumah-tangganya. Korban menolak, tapi Apelete tidak putus asa, terus bergairah.
[ads-post]
Pada tanggal 25 Agustus 2015, Apelete kembali ke Apartemen jam 1 siang pada saat isterinya sedang bekerja. Saat itu Apelete masuk rumah mendapati sang pembantu sedang ngosek wc, tidak membuang kesempatan , dengan memeluk paksa Apelete menciumi pipi, wajah sampai ke buah dada korban.

Korban itu mengiba dan menangis, tapi Apelete mengatakan bahwa pelaku akan melepasnya kalau korban sudi memeluk si hitam Apelete. Maka terpaksa sekali korban memeluk Apelete demi agar dilepaskan sesuai janjinya.

Tapi korban yang bertubuh kecil, tinggi 152 cm berat kurang dari 45 Kg tak dapat melepaskan diri karena Apelete yang tinggi dan besar. Bahkan pelaku melepas topinya, celana dan pakaianya serta menggendong korban ke kamar. 

Apelete mengancam korban agar tidak menangis, dan tidak menunjukka sesuatu yang mencurigakan isterinya. Pelaku berjanji akan memberi uang ‘anu’ kepada korban untuk dikirimkan kepada keluarganya.

Pasca kejadian, korban menghubungi temanya melalui saluran facebook dari dalam toilet. Kemudian temanya menghubungi polisi di 999 untuk menyelamatkan korban dan menangkap pelaku.

Korban didatangkan ke Hong Kong oleh pengadilan dari Negara asalnya di Filipina sebagai saksi korban, karena pasca kejadian iytu korban minta pulang ke negaranya karena trauma.

sumber kindoHK

Seorang pria kulit hitam Africa Kokou Apelete (37) divonis hukuman penjara 9 tahun oleh pengadilan tinggi Hong Kong, Rabu 17/05 setelah terbukti melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga seorang buruh migran. Pengadilan juga memetrintahkan membayar kompensasi HK$48.120 kepada korban.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close