PERHATIAN : JIKA BERITA ATAU ARTIKEL KAMU INGIN DIMUAT DISUARABMI.COM, KAMU DAPAT MENGIRIMKANNNYA MELALUI FORM UNTUK KIRIM BERITA DAN ARTIKEL KAMU DISINI
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COM - Dikutip dari hasil survei Students Against Fees adn Exploitation (SAFE) yang ditulis oleh HK01 mengatakan bahwa setiap 7 dari 10 agen di Hong Kong melakukan penarikan biaya berlebih atau overcharging.

Data tersebut diperoleh dengan menggunakan sample pembantu rumah tangga di Hong Kong dibawah naungan 100 agen. Yang lebih mencengangkan, bahkan nilai overcharge tersebut mencapai 13 kali lipat dari aturan yang sudah ada.

70% Agen di Hong Kong juga melanggar aturan ketenagakerjaan, selain overcharging mereka juga menahan dokumen BMI sebagai jaminan, mengekploitasi pembantu bahkan menarik biaya ilegal dengan jumlah besar.

Sebagaimana diketahui bahwa undang-undang di Hong Kong, agen tidak diperbolehkan menarik ongkos lebih dari 10% dari total gaji pekerja.
[ads-post]
Menurut Aman Johnson Phan, pemerintah tidak melakukan hal positif untuk mengatasi hal ini. Bahkan dilapangan ada agen yang meminta gaji pekerjanya dibayarkan melalui agen.

Survei tersebut dilakukan oleh orang-orang yang menyamar sebagai pencari kerja dengan tampilan sealami mungkin sehingga agen tidak ada yang curiga. Di Hong Kong sendiri ada 1300 agen yang terdaftar resmi di pemerintah.

SAFE mengatakan bahwa Indonesia dan Philipina berencana untuk mengurangi pasokan tenaga kerja ke luar negeri.

Dengan problematika seperti ini dikawatirkan para pencari kerja nantinya akan lebih melirik negara lain yang lebih menjanjikan akan gaji seperti Taiwan, Singapur atau bahkan China.

Dikutip dari hasil survei Students Against Fees adn Exploitation (SAFE) yang ditulis oleh HK01 mengatakan bahwa setiap 7 dari 10 agen di Hong Kong melakukan penarikan biaya berlebih atau overcharging.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close