PERHATIAN : JIKA BERITA ATAU ARTIKEL KAMU INGIN DIMUAT DISUARABMI.COM, KAMU DAPAT MENGIRIMKANNNYA MELALUI FORM UNTUK KIRIM BERITA DAN ARTIKEL KAMU DISINI
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COMTenaga Kerja Indonesia (TKI) yang masuk Taiwan kian bertambah. Diambil dari data Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI, Taipei), jumlah TKI sudah mencapai lebih dari 250 ribu orang per April 2017. 

Hal ini juga ditengarai karena mulai ketatnya dan pengadaan evaluasi pemerintah untuk pengiriman TKI keluar negeri, terutama ke negara Timur Tengah, sehingga tujuan TKI informal beralih ke negara Asia Pasifik terutama ke Taiwan.

Selain itu, Taiwan merupakan salah satu pilihan menarik bagi TKI informal dikarenakan jumlah gajinya sebesar NT$ 17,000 / Rp 7,300,000,- an, yang lebih besar jika dibandingkan dengan gaji rata-rata untuk pekerja informal di Malaysia sekitar RM 1000-RM 1200 / Rp 3,500,000,- an. 

Namun menurut Agustin bahwa yang patut dipahami adalah penempatan posisi untuk pekerjaan yang sama di Malaysia memang tidak dikenakan biaya karena semua ditanggung oleh majikan / pemberi kerja, sedangkan di Taiwan walaupun gaji TKI lebih tinggi tapi dibebani biaya agen yang besar yang dibayar setiap bulannya dari gaji mereka.

Dalam kunjungannya ke Taiwan, tim BNP2TKI sedang menelaah proses mekanisme baru yang diajukan kepada Ministry of Labor (MoL) Taiwan dan juga beberapa agen di Taiwan agar biaya recruit/fee agency bisa dialihkan kepada majikan dan menghapuskan semua biaya-biaya dalam proses mendapatkan pekerjaan, atau disebut “zero cost”/tanpa biaya. 

“Kedepan khusus PLRT akan dibebaskan dari biaya-biaya tersebut sehingga semua biaya agency akan ditanggung oleh majikan di Taiwan, ” tutur Agustin.
[ads-post]
“Mekanisme pelaksanaannya akan dikaji lebih lanjut agar implementasi dari komitmen agen Taiwan ini bisa segera dilaksanakan. Sistem zero cost akan dimulai tahun ini, dengan syukur-syukur bisa mencapai 200 orang hingga akhir tahun dan (berharap) akan menular ke agen Taiwan lainnya,” kata Agustin optimistis. 

Agustin menyebut sementara ini, sudah ada satu (1) agen Taiwan yang bisa menerima konsep yang diajukan BNP2TKI, hanya saja Agustin masih enggan menyebut nama agen tersebut.

Selama ini biaya penempatan TKI ke Taiwan seperti biaya kesehatan, biaya keberangkatan (Visa, Paspor, Tiket Pesawat) sampai pada biaya pelatihan ditanggung TKI yang bersangkutan dan Agustin berharap dengan adanya pola “zero cost” ini , maka seluruh biaya tersebut akan ditanggung majikan. Agustin juga menuturkan konsekuensi dari adanya “zero cost”  ini, yaitu adanya upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah Indonesia untuk bisa memberikan TKI terlatih yang siap bekerja di negeri orang lain dan hal tersebut butuh kerjasama dari semua pihak termasuk dari organisasi-organisai pekerja Indonesia di Taiwan juga. (gftv)

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang masuk Taiwan kian bertambah. Diambil dari data Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI, Taipei), jumlah TKI sudah mencapai lebih dari 250 ribu orang per April 2017.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close