loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COMPetugas dari satuan Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya selama bulan Ramadhan gencar melakukan razia guna meminimalkan kejahatan masyarakat utamanya yang melibatkan perempuan dan anak. Dalam razai gabungan yang digelar kemarin (09/06), petugas menyisir beberapa tempat yang dicurigai digunakan untuk aktifitas mesum dan pesta narkoba.

Hasilnya, sebanyak 42 orang berhasil diamankan. Setelah dilakukan pemeriksaan, hal mengejutkan dari 42 orang yang terjaring tersebut adalah tertangkapnya 4 orang ABG yang sedang menggelar pesta sex di sebuah hotel kelas melati. 4 orang ABG yang terdiri dari 3 laki-laki dan 1 orang perempuan ini tertangkap basah dalam kondisi telanjang sedang melakukan aktifitas sex. Setelah didata, 2 dari 4 ABG ini merupakan anak BMI.

”Saat ditemukan, mereka dalam keadaan telanjang di kamar nomor 224, sama seperti TKP beberapa yang terjaring lainnya. Namun, sementara masih kami selidiki lebih lanjut,” jelas Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni kepada awak media.
[ads-post]
Mereka adalah V (18 tahun) anak BMI Hong Kong asal Lamongan, D (19) anak BMI Hong Kong asal Sidoarjo, serta M (18) dan K (19) juga asal Lamongan. V sebagai satu-satunya perempuan mengaku sudah beberapa kali menggelar pesta seks dengan ketiga remaja tersebut. Mereka saling mengenal  lantaran mereka merupakan lulusan sebuah SMU yang sama di Lamongan.

V dan D sebagai anak BMI yang secara finansial memiliki uang yang lebih ketimbang dua orang temannya yang lain seringkali menjadi bos yang mentraktir biaya bersenang-senang bagi keempatnya. Sebelum melakukan di Surabaya, usai konvoi lulusan SMU kemarin, mereka mengaku juga pernah melakukan pesta serupa di kawasan Tretes.

Kondisi ini tentu memprihatinkan. V dan M yang ditinggal orang tuanya bekerja ke luar negeri, memiliki fasulitas uang yang lebih, longgar dalam pengawasan dan pengasuhan, hingga  tidak mampu mengontrol diri dalam pergaulan yang bisa merusak generasi. Kepada petugas, V dan M mengaku sama-sama berasal dari keluarga yang tidak harmonis. V mengaku sebenarnya kecewa dengan kedua orang tuanya. Ayahnya kini entah dimana sedangkan ibunya tidak bisa menjadi teladan di masa tumbuh kembangnya.

“Ibu saya juga sering melakukan seks bebas dengan laki-laki yang ganti-ganti di Hong Kong. Saya pernah beberapa kali melihat foto dan videonya” aku V.

“Sebenarnya saya kecewa dengan kelakuan Bapak dan Ibu. Tapi mau gimana lagi, ibu sambil marah-marah saat foto dan videonya sampai di tanganku, bilang, aku tidak usah ikut campur. Aku disuruh diam, yang penting setiap bulan nerima uang dan semua kebutuhan akan dia penuhi” pungkasnya. 

apakabar

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.