DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM Sari, TKW Taiwan asal Lampung Selatan sudah hampir 3 tahun bekerja di Taiwan. Akhir tahun 2014 ia datang bekerja di Changhwa, namun sejak bulan November 2016 ia melarikan diri dan menjadi TKI kaburan.

Sari seharusnya datang ke Taiwan dengan job pabrik, ia menghabiskan uang 25 juta untuk mendapatkan job tersebut, namun sesampainya di Taiwan ternyata selain bekerja di pabrik ia juga harus membersihkan rumah majikan.

Selama bekerja di majikan asal, Sari tidak diperbolehkan keluar, minta pulang ke Indonesia juga tidak dikasih, minta pindah majikan juga tidak diijinkan.

Selama bekerja di majikan asal, Sari harus menunggu Dewi (小薇) penterjemahnya datang untuk menerima gaji, gaji tersebut dititipkan kepada penterjemahnya untuk dikirimkan ke Indonesia.

Biasanya setiap kali menitipkan uang lewat Dewi (小薇) selalu diterima oleh keluarganya, namun saat terakhir kali pada bulan September 2016 saat Sari menitipkan uang 70.000 NT kepada Dewi (小薇) uang tersebut tidak dikirimkan hingga berita ini kami posting.
[ads-post]
Bulan November 2016, Sari yang sudah tidak tahan lagi bekerja di tempat majikannya akhirnya melarikan diri, 2 bulan terakhir ia belum menerima gaji serta uang lembur selama 8 bulan juga belum diterimanya.

Selama kabur dari rumah majikan, Sari masih berkomunikasi dengan Dewi (小薇) penterjemahnya, bahkan Dewi sempat menawarkan bisa mencarikan pekerjaan untuk Sari, Dewi juga mengaku kepada Sari bahwa ia juga sering mencarikan kerja untuk para TKI kaburan lainnya.

Sari terus berusaha meminta kembali uangnya, awalnya diberi janji janji bahwa uangnya sementara uangnya masih dipakai untuk beli tanah, nanti dikasih bunga saat pengembalian uang, namun akhirnya nomor Sari malah diblokir.

Akhirnya Sari hari Senin tanggal 12 Juni 2017 dari Douliu nekat menuju Nantou rumah Dewi, namun Dewi tak nampak batang hidungnya.

Hari Kamis tanggal 15 Juni 2017, Dewi tiba tiba menelpon Sari dan menyatakan hendak bertemu dengannya di sebuah Toko Indo di dekat Carrefour Nantou, namun ternyata Dewi telah mempersiapkan sebuah jebakan maut untuk Sari, 5-6 orang petugas imigrasi menyergapnya saat Sari menunggu Dewi. Kakak Sari yang menunggu di dalam taksi merekam adegan tersebut. Berikut rekaman suara Dewi saat berusaha menjebak Sari.

Setelah disergap di depan Toko Indo, Sari kemudian dibawa masuk kedalam Toko, namun takdir berkata lain karena sebelumnya yaitu pada tanggal 2 Juni 2017 Sari telah menyerahkan diri kepada imigrasi Douliu dan mendapatkan "surat sakti" dari imigrasi Douliu.

Gagal niatan jahat Dewi untuk mencelakakan Sari, bahkan para petugas imigrasi Nantou tampak tersipu dan kemudian berbalik berbaik hati menawarkan Sari makan, setelah berbincang bincang beberapa saat Sari akhirnya dilepaskan.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.