DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

Makanan seharusnya bisa menjaga kita tetap sehat. Tadi tidak semuanya bisa, meski disebut makanan. Meski makanan tidak akan membunuh secara langsung, tapi ia bekerja seperti proses keracunan yang berjalan lambat.

Dilansir dari Wonderlist.com, berikut adalah sepuluh makanan yang dipercaya akan mengurangi usia kamu. Namun, proses meracuni tubuh dari makanan-makanan di bawah ini tergantung pada jumlah asupan yang diambil oleh kamu.

10. Frosting
Frosting adalah lapisan atas pada cupcake atau muffin yang bahan pembuat utamanya adalah gula. Semua orang pasti tahu betapa buruknya gula bagi kesehatan. Frosting sendiri mengandung lebih banyak gula daripada gula itu sendiri.

Untuk sebuah muffin dengan frosting, takaran gulanya bisa 4 kali lebih banyak daripada gula yang ada pada kue donat biasa.

Begitu mengonsumsinya, gula darah Anda naik tajam dan kadar kolesterolnya menjadi tak terkendali. Paling tidak, frosting memiliki kemampuan untuk membuat Anda mengalami obesitas.

9. Coklat Karamel
Bagi sebagian orang, coklat karamel sangat digandrungi dan dicari. Padahal ini merupakan salah satu coklat batang yang paling tidak sehat. Karena satu batang saja mengandung lebih dari 1.200 kalori.

Para ahli mengatakan coklat karamel batangan itu benar-benar meningkatkan risiko stroke dalam hitungan menit dengan mengurangi aliran darah ke otak.

8. Foie Gras
Ini adalah semacam hidangan mewah ala Prancis yang bahan pembuat utamanya adalah hati unggas. Namun bukan hati unggas yang sehat, melainkan hati yang penuh dengan lumuran lemak.

Jika tahu proses pembuatan dari Foie Gras, pasti Anda akan berpikir dua kali untuk mengonsumsinya. Foie Gras dibuat dengan memaksa ayam atau bebek makan dalam porsi yang tidak lazim.

Makanan akan disalurkan dengan memasukkan tabung ke dalam tenggorokan bebek atau ayam. Cara ini dilakukan dengan tujuan agar hati ayam atau bebek membengkak dengan lemak dan terasa lebih enak.

7. Kacang Almond Pahit
Tahukah Anda bahwa karena potensi bahayanya, kacang almond pahit dilarang untuk diperjual-belikan di Selandia Baru?

Sedikit saja saus kacang almond pahit bisa berakibat fatal, terutama untuk anak-anak. Kacang almond pahit mengandung sianida di dalamnya, sementara yang manis hampir tidak ada.

Kasus keracunan kacang almond pahit juga dilaporkan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

6. Minyak Kelapa Sawit
Meski Anda tidak pernah melihatnya dalam bentuk aslinya, minyak kelapa sawit hadir dalam banyak bahan makanan seperti margarin, soup, minyak goreng, biskuit, makanan dipanggang, dan bahkan Nutella.

Disamping minyak kelapa sawit mengandung lemak jenuh yang sangat buruk bagi tubuh manusia, perkebunannya menyebabkan masalah lingkungan yang sangat besar.

Karena perkebunan kelapa sawit membutuhkan banyak ruang sehingga mengakibatkan penggundulan hutan dan kepunahan beberapa spesies seperti Orang Utan dan Harimau Sumatera.
[ads-post]
5. Kentang yang Berubah Hijau
Kentang umumnya aman jika dimakan saat normal. Tapi ketika warnanya berubah hijau, sebaiknya menjauhinya. Kentang menghasilkan alkaloid glyco yang disebut solanin yang merupakan racun alami yang meracuni hewan dan manusia.

Pada tahun 1899, 56 tentara Jerman mengalami gejala keracunan solanin yang mengakibatkan diare akut, sakit kepala parah, koma dan bahkan kematian.

Hanya dengan mengonsumsi 1 pon kentang hijau, seorang manusia laki-laki dewasa bisa keracunan.

4. Popcorn dari Microwave
Popcorn yang dipanaskan dengan microwave mengandung perfluorooctanoic yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Satu studi bahkan menemukan kanker yang disebabkan asam dalam popcorn microwave.

Beberapa merek popcorn bahkan mengandung bahan kimia yang disebut diasetil, yang menyebabkan karyawan pabrik pembuatnya mengalami kondisi yang dikenal sebagai Popcorns Worker’s Lung yang seburuk namanya.

3. Garam Meja
Garam meja telah menjadi teman makan yang abadi bagi manusia. Padahal garam alami lebih sehat karena mengandung 80 elemen yang sangat penting bagi tubuh manusia.

Sayangnya, jika garam alami diproses menjadi garam meja pada suhu 648 derajat Celcius, maka ia akan kehilangan semua mineral yang terkandung di dalamnya.

Mineral yang hilang kemudian diganti dengan kalium iodida yang berbahaya. Studi telah menemukan bahwa garam meja menyebabkan tekanan darah meningkat saat jantung mencoba untuk mencegah toksin menjauh darinya.

Garam meja juga dapat menyebabkan masalah ginjal akut, tiroid dan hati serta komplikasi lainnya.

2. Makanan dengan Pewarna Buatan
Sayangnya, semua permen dan jeli yang sangat menarik itu masuk dalam kategori ini. Orang-orang begitu terbiasa memakannya sehingga mereka lupa bahwa ada pewarna buatan di dalamnya.

Peneliti pernah mengatakan bahwa jika warna makanan itu sama cerahnya dengan Teletubbies, Anda mungkin harus menghindarinya. Namun saat ini banyak yang mengonsumsi lima kali lebih banyak dari makanan dengan pewarna buatan ini sejak tahun 1955. Dan para ilmuwan mulai melihat akibatnya.

Pewarna biru yang ditemukan dalam permen dan minuman soda telah menjadi penyebab tumor otak dan kerusakan DNA. Pewarna hijau menyebabkan tumor kandung kemih, penyebab limfosit menjadi merah dan tumor tiroid.

Sementara pewarna kuning dapat menyebabkan hampir semua penyakit termasuk asma, insomnia dan perilaku kekerasan.

Pernah merasa aneh mengapa anak Anda tiba-tiba sering bertindak kekerasan? Itulah akibat mengonsumi makanan dengan pewarna.

Hiperaktivitas dan ADHD yang kebanyakan terjadi pada anak-anak juga disebabkan oleh pewarna buatan ini. ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, yaitu sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian.

1. Nasi Sisa
Tidak banyak yang menyadari bahwa mengonsumsi nasi sisa bisa menimbulkan penyakit. Kebiasaan mengonsumsi nasi sisa ini sering dilakukan oleh orang-orang Asia.

Menurut pakar, jika Anda membiarkan nasi selama semalam pada suhu kamar, bakteri yang disebut Bacillus Cereus akan muncul dalam jumlah berlipat-lipat dan menyebar ke seluruh nasi.

Proses ini akan menghasilkan racun, yang pada kasus yang lebih buruk dapat menyebabkan perut kram, diare, dan muntah. Semakin lama Anda membiarkan nasi basi, semakin buruk akibatnya jika dikonsumsi.

(Ism, wonderslist.com)

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.