loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

Indonesia Mendesak Taiwan Untuk Merevisi UU Ketenagakerjaan dan Menanggung Biaya Agensi
SUARABMI.COM - Indonesia sedang gencar merevisi peraturan terkait ketenagakerjaan khususnya Taiwan dengan tujuan utamanya mengurangi biaya penempatan hingga melaksanakan program zero cost bagi CTKI yang ingin bekerja keluar negeri sebagai perawat dengan mendesak pengusaha Taiwan untuk membiayai dan menganggung biaya pekerja termasuk biaya agensi.

Dalam sebuah wawancara dengan CNA, Nusron Wahid, kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berusaha untuk memperbaiki kondisi kerja masyarakatnya agar tidak dieksploitasi. 

Rencana "zero cost" pemerintah Indonesia bertujuan untuk mendorong pengusaha untuk menanggung semua biaya untuk TKI, termasuk biaya Agensi, tiket pesawat, biaya visa, biaya pemeriksaan kesehatan dan biaya pelatihan kerja, kata Nusron. 

Agusdin Subiantoro, Wakil kepala badan tersebut, mengatakan bahwa biaya agensi yang dibayarkan oleh pekerja migran Indonesia di Taiwan terlalu tinggi yaitu sebesar NT $ 60.000 (US $ 1.972) selama periode tiga tahun yang dibayarkan setiap bulannya. Sedangkan saat ini, pengasuh domestik Indonesia di Taiwan mendapatkan NT $ 17.000 per bulan. 
[ads-post]
Agusdin mengatakan bahwa dia berharap rencana "zero cost" baru akan diminati di Taiwan karena hal itu akan membuat TKI dari Indonesia lebih tertarik masuk ke Taiwan dimasa mendatang.

Sampai akhir Juni, ada 186.826 pengasuh di Taiwan, terhitung sekitar 77 persen dari jumlah perawat asing di Taiwan, menurut statistik dari Kementerian Tenaga Kerja Taiwan. 

Warga negara asing yang bekerja sebagai perawat rumah tangga di Taiwan tidak masuk dalam UU ketenagakerjaan sehingga tidak mendapat upah sesuai UMR Taiwan dan tidak ada aturan wajib hari libur sebagaimaa pekerja formal.

Sebenarnya para TKI dan TKA sektor informal ini telah lama protes ke pemerintah Taiwan dengan menuntut upah lebih tinggi dan hari libur wajib serta pembebasan biaya agensi, namun sampai hari ini masih belum disamakan dengan sektof formal.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.