DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

Majikan Tak Tau Terimakasih, Asal Menuduh Tanpa Terbukti dan Akhirnya Mengusirku Dengan Sadis
SUARABMI.COM - BMI dituduh mencuri barang majikan adalah kasus yang sering muncul di Hong Kong. Tapi bagi Siti, tuduhan itu terasa dalam menohok hatinya. 

BMI asal Lampung itu sudah merasa Dai Dai, Sing Sang dan anak mereka bagaikan keluarga sendiri. Dituduh mencuri pun rasanya bagai dikhianati keluarga sendiri.

Saat dibawa polisi keluar rumah majikan, Siti pun merasa bagai diusir dan diseret keluar dari rumah keluarga sendiri.

“Sakit, sakit rasanya, kalau mau nyeritainnya lagi,” kata Siti. Tangannya menekan-nekan dada. Matanya berkaca-kaca. Dia mendongak, berusaha agar tak ada air mata yang jatuh.

“Sudah tiga tahun kerja, ngasuh anak, ndak pernah ada apa-apa, baik-baik saja, kok bisa-bisanya Majikan nuduh begitu,” bisik Siti hampir tanpa suara.

Siti mulai bekerja di majikannya di Causeway Bay pada Januari 2014. Saat itu, Dai Dai tengah hamil tua. Kehadiran Siti bagai jadi anggota keluarga tambahan. Dia ikut menyaksikan setiap momen penting keluarga kecil itu.

Saat Sailo lahir. Saat Sailo menyusu, merangkak, berjalan hingga kini, mulai bersekolah play group, hubungan Siti dengan Dai Dai dan Sing Sang tak lagi bagai majikan dan BMI namun lebih seperti anggota keluarga.

Tak ayal, tadinya Siti merasa sangat bahagia bekerja di majikan yang begitu baik. “Saya setiap hari ngurus anaknya, dari lahir sampai sekarang mau umur 3 tahun. Sudah kayak anak saya sendiri, pas pulang cuti kemaren, sampai ngimpi-ngimpi mikirin anak itu,” kata Siti, lagi-lagi menunduk.

Kebahagiaan Siti tersentak retak pada 3 Juli 2017. Saat itu, Siti tengah memandikan anak momongannya untuk diantar ke sekolah. 

Perlahan dia mengangkat Sailo yang selesai mandi dan membawanya ke kamar. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Dai Dai mengambur masuk kamar sambil menangis.

“Dia nangis bilang kalau uang HK$ 30.000 dan perhiasan emasnya hilang. Aku ditanya, apa tahu tidak ada di mana?”, Siti berkisah.

Siti sontak kasihan. Dia menggelengkan kepala dan balik bertanya kapan dan dimana terakhir  Dai Dai meletakkan barang-barang berharga itu. Alih-alih menjawab, Dai Dai meraih tangan Siti dan membawanya masuk ke kamar majikan.
[ads-post]
Di sanalah, Sing Sang mengulang pertanyaan serupa. Apa tahu di mana uang dan perhiasan emas itu berada. Kali ini disertai ancaman. Mereka akan poking. Dai Dai masih terus menangis.

“Saya jawab ngoh mci a…terus mereka keluar kamar dan saya siap-siap lagi ngurus anak ke sekolah kayak biasa,” kata Siti.

Tak terlintas di benaknya, Dai Dai dan Sing Sang akan serius menuduhnya. Saat Siti beranjak menuju pintu hendak mengantar Sailo sekolah, tiba-tiba Dai Dai mencegat. Tak usah, katanya. Lalu membawa Sailo pergi.

Siti masih mengira tak ada masalah apapun yang akan menimpanya. Sampai tak lama, tiga polisi datang untuk memeriksa semua barang BMI beranak satu itu.

Siti terpana, dia diam menyaksikan polisi mengobrak-abrik barang-barangnya mencari barang bukti. Dia juga hanya bisa diam saat dibawa keluar rumah sebagai pesakitan.

“Kalau ingat itu, rasanya kayak ada yang nusuk di sini,” kata Siti, berbisik. Air matanya mengalir. Dia berpaling berusaha menyembunyikannya.

Satu hari Siti ditahan di Kepolisian Wan Chai. Setelah menbayar jaminan HK$ 300, Siti dilepas dan dia menelepon agen. Lei msai fan wo gei (kamu tak usah pulang ke rumah), kata agen. Majikan sudah tidak mau kamu lagi.

Hati Siti hancur. Majikan yang sudah dianggap keluarga sendiri kini tak mau lagi melihat mukanya. Bahkan tak mau membayar sisa gaji dan tiket ke Tanah Air. 

“Sebenarnya aku sudahlah, ndak akan mau nuntut apa-apa kalau Majikan kasih gaji sama tiket, sudahlah. Tapi itupun dia nggak mau,” kata Siti.

Siti akhirnya minta bantuan Christian Action. Senin, (10/7/2017), polisi menelepon. Kasusnya dibatalkan karena kurang bukti.  Siti bebas cari majikan baru. Tapi luka di hati tak semudah itu batal.

Siti menegakkan punggungnya. Dia duduk tegap mendengarkan Tania Sim dari Christian Action menjelaskan hak-haknya yang masih tersisa di majikan.  BMI ini akan menuntut ke Labour Tribunal.

Tapi diam-diam Siti terlihat menerawang sendiri. Entah apa yang dipikirkannya. Tangannya kembali terlihat menekan dada. Ah, rasa sakit itu rupanya masih ada.

*Dimuat di SUARA edisi July Mid 2017, terbit 21 July 2017

BMI dituduh mencuri barang majikan adalah kasus yang sering muncul di Hong Kong. Tapi bagi Siti, tuduhan itu terasa dalam menohok hatinya.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.