loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

Ternyata Ada Peran Penting TKW Ini Dibalik Suksesnya Penyelundupan Narkoba 1 Ton ke Indonesia dari Taiwan
SUARABMI.COM Terungkapnya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1 ton di kawasan Pantai Anyer Serang, Banten yang dilakukan oleh warga negara Taiwan pada Kamis 13 Juli 2017 dini hari kemarin, membuka tabir, dibalik keberhasilan mereka, ternyata ada peran seorang mantan TKI Taiwan sebagai guide.

Adalah Komalasari alias Mala, mantan TKW Taiwan yang berasal dari daerah Serang ini terbukti telah membantu 4 orang warga negara Taiwan yang ditangkap tim BNN dan Kepolisian saat mendaratkan narkoba jenis sabu di pantai Anyer.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Mala yang dikenal oleh salah satu tersangka, yaitu Lin Ming Hui melalui aplikasi sosial media. Dari perkenalan mereka yang singkat, Lin meminta tolong kepada Mala untuk membantu kepentingan mereka. Namun, kepada petugas, Mala mengaku tidak mengetahui bahwa kepentingan mereka yang sebenarnya adalah memasukkan narkoba.

Dalam sebagian perbincangan antara Mala dengan Lin dalam bahasa Mandarin, yang masih tersimpan di ponsel pintar milik Mala, sebagaimana diungkapkan oleh Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Bambang S Yudhantara, polisi menemukan fakta, Mala dimintai tolong oleh Lin untuk kepentingan bisnis perikanan. Tugas Mala adalah membantu segala keperluan Lin dan teman-temannya selama berada di Indonesia, mulai dari mencarikan mobil sewaan, hotel, hingga penunjuk jalan.
[ads-post]
“Kenalnya itu dari aplikasi WeChat. Mereka menggunakan fitur ‘Shake’, ketemulah sama Mala ini,” ujar AKBP Bambang S Yudhantara, yang ikut dalam penyergapan, dilansir dari detikcom, Sabtu (15/7/2017).

Fitur Shake pada WeChat adalah fitur untuk mencari orang-orang pengguna WeChat yang ada di sekitar kita dengan cara menggoyang-goyangkan handphone.

“Tersangka Ling Ming Hui, yang ditembak mati, itulah yang berkenalan dengan Mala di WeChat,” kata Bambang.

“Kepada Mala, Hui meminta bantuannya mencarikan mobil rental. Hui mengaku sebagai pengusaha yang akan berbisnis ikan saat berkenalan dengan Mala.” Lanjutnya.

“Nah, sama Mala ini disambutlah. Kebetulan Mala ini kan pernah bekerja sebagai TKW di Taiwan selama dua tahun, jadi dia bisa berbahasa Taiwan,” tuturnya.

Oleh Sindikat tersebut, Mala disewa jasanya sejak tanggal 30 Juni hingga 12 Juli dengan imbalan Rp. 300 ribu perharinya. Dengan demikian, selama itu Mala telah menerima bayaran sebesar Rp. 3,9 juta.

Bambang memastikan, dari hasil pemeriksaan, Mala tidak terlibat dalam jaringan tersebut. Mala hanya dimanfaatkan sebagai fasilitator untuk mencarikan tempat menginap dan kendaraan bagi para tersangka selama mereka berada di Anyer, Serang, Banten.

Seperti yang santer diberitakan oleh beberapa media nasional, tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok, yang dipimpin Kombes Nico Afinta dan Kombes Herry Heryawan, menangkap 4 WN Taiwan yang menyelundupkan 1 ton sabu melalui dermaga bekas Hotel Mandalika, Pantai Anyer, Serang, Banten. Salah satu tersangka ditembak mati karena melawan polisi dengan mencoba menabrakkan mobilnya kepada anggota.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.