loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Di musim panas tahun ini Hong Kong kembali di landa wabah penyakit flu yang mematikan. Kurang lebih 249 korban meninggal sejak Mei lalu dan lebih dari lima orang pasien berbaring di rumah sakit. Carrie Lam selaku Chief Executive Hong Kong mengungumkan status darurat flu di Hong Kong.

Setelah mengadakan kunjungan pada hari minggu ke rumah sakit Queen Elizabeth dan menyaksikan secara langsung kondisi dan penanganan pasien di ruang gawat darurat, Carrie Lam mengatakan “Krisis flu yang melanda Hong Kong saat ini adalah tanggung jawab bersama dan harus segera melakukan tindakan untuk mengatasi wabah penyakit flu yang mematikan ini.”

Lam mengerahkan seluruh pemimpin rumah sakit harus segera melakukan langkah tindakan cepat untuk menanggulangi masalah yang terjadi.

Banyaknya pasien flu, membuat penderita yang sedang mencari pengobatan medis harus mengantri antara 20-24 jam sampai bisa mendapatkan pelayanan tenaga medis.

Terhitung mulai hari Sabtu, jumlah pasien keseluruhan yang sedang di rawat di rumah sakit umum adalah 111%, Queen Elizabeth Hospital di Kowloon 124%, Pok OI Yuen Long 122%, Prince Wales Shatin 120%. Menteri kesehatan mengingatkan agar selalu berhati-hati dengan adanya wabah penyakit flu ini.
[ads-post]
Pemerintah (HK) juga akan mengerahkan 100 dokter dan 2000 perawat untuk membantu menangani masalah flu yang sedang terjadi, bahkan dokter dan perawat yang sedang berlibur di haruskan kembali bekerja.

DR Chueng Wai-Lun, kepala Executive Kesehatan mengatakan, bahwa wabah penyakit flu ini tidak seperti biasa dan banyak orang tua yang harus dirawat di rumah sakit. Dalam kurun waktu dua minggu sekitar 5000 pasien yang harus dirawat di rumah sakit.

Sehubungan dengan adanya wabah penyakit ini, pemerintah akan mendiskusikan program vaksinasi flu musiman, dengan pusat perlindungan kesehatan yang sebelumnya sudah dicanangkan untuk tahun ini mulai bulan Oktober-November.

Dikutip dari laman SCMP, Pakar microbiology dari Hong Kong University, Yuen Kwok Yung,  menyatakan, kondisi darurat serangan virus Avian Influenza Jenis mutasi dari H3N2 ini merupakan dampak dari meningkatnya pengaruh kekuatan virus, meskipun pada bulan November tahun kemarin, Dinas Kesehatan Hhong Kong sudah melakukan vaksinasi H3N2.

“Telah terjadi mutasi sedemikian rupa (virus H3N2) sehingga vaksin yang digunakan dalam dua tahun terakhir menjadi tidak efektif.” Terang Yuen.

Dinas kesehatan Hong Kong menghimbau, agar masyarakat selalu menjaga pola makan dan pola istirahat di sertai olah raga rutin,  untuk meningkatkan kekebalan tubuh, agar terhindar dari serangan berbagai penyakit. sumber: sehat negeriku

Di musim panas tahun ini Hong Kong kembali di landa wabah penyakit flu yang mematikan. Kurang lebih 249 korban meninggal sejak Mei lalu dan lebih dari lima orang pasien berbaring di rumah sakit. Carrie Lam selaku Chief Executive Hong Kong mengungumkan status darurat flu di Hong Kong.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.