loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM JS (14 tahun), bocah yang tinggal di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, dibakar oleh rekannya sendiri yang bernama R (13 tahun). Peristiwa yang terjadi pada Kamis (27/8/2017) lalu terjadi saat JS memergoki R yang sedang mengambil solar di perahu milik salah seorang nelayan di Muncar. R kemudian menyiram solar ke tubuh JS dan menyalakan korek sehingga api membakar tubuh JS bagian perut ke bawah.

"Anak saya langsung di bawa ke Puskesmas buat diobati. Sedangkan pelakunya (R) lari," kata Karni, ibu kandung JS kepada Kompas.com, Rabu (9/8/2917).

Setelah diobati di puskesamas, JS dibawa pulang dan dirawat sendiri oleh ibunya di rumah mereka yang sederhana. Sehari-hari, Karni bekerja sebagai pemulung dan tidak memiliki KTP Banyuwangi.

Bukan hanya KTP, Karni dan anak-anaknya tidak tercatat dalam administrasi kependudukan. Sejak 10 tahun lalu, Karni dan suaminya serta kedua anaknya pindah dari Sendang Biru Malang ke Banyuwangi. Mereka tidak tinggal menetap namun beberapa kali berpindah-pindah dan terakhir tinggal di Kecamatan Muncar.

Selama mereka tinggal di Banyuwangi, JS tidak bersekolah karena dia termasuk anak kebutuhan khusus. Menurut ibunya, JS terakhir kali sekolah di kelas 4 SD saat masih di Malang.
[ads-post]
Karni sempat menemui keluarga R untuk meminta pertanggungjawaban dan dia mengaku mendapatkan uang Rp 300.000 sebagai pengganti uang berobat dari nenek R, sedangkan R melarikan diri.

Selama ini, R yang masih berumur 13 tahun hanya tinggal bersama neneknya sedangkan ibunya bekerja sebagai TKW di Malaysia.

"Sudah dibawa ke puskesmas, juga ada tetangga yang kasih obat tapi luka anak saya enggak sembuh-sembuh," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat dihubungi Kompas.commengatakan sudah berkoordinasi dengan petugas kesehatan di RSUD Genteng dan Juwana sudah dirawat dan dipantau dokter spesialis.

Selain itu, Anas mengatakan, dia telah meminta kepada kecamatan untuk segera mengurus administrasi kependudukan keluarga Karni mulai dari KTP, KK dan Surat Pernyataan Miskin agar mendapatkan pelayanan kesehatan secara utuh.

Saat ini pelaku tindak kekerasan tersebut yakni R telah diamankan oleh pihak kepolisian. Namun polisi tidak melakukan penanganan hukum karena R masih tergolong anak-anak dan memiliki keterbatasan fisik, yaitu tunawicara.

R selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi pada Selasa (8/8/2017). Namun saat diamankan di Dinas Sosial, Selasa malam, R menjebol plafon ruang rehabilitasi dan melarikan diri. Saat dicari petugas, R ditemukan di jalan yang berjarak 2 kilometer dari kantor Dinas Sosial.

selama ini R hidup sendirian tanpa ada yang mengurus dan memperhatikan sehingga Dinas Sosial Banyuwangi memutuskan bahwa R akan dipelihara oleh negara.

Rencananya, R akan dibawa ke Puskesmas Licin yang melayani pasien keterbelakangan mental dan psikologi.

"Ibunya menjadi TKW di Malaysia, bapaknya juga enggak ada, jadi enggak ada yang ngurusi. Jadi liar, tidak seperti anak-anak lainnya. Apalagi dia tunawicara sehingga sulit berkomunikasi dengan orang lain," ungkap Norawi.

JS (14 tahun), bocah yang tinggal di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, dibakar oleh rekannya sendiri yang bernama R (13 tahun). Peristiwa yang terjadi pada Kamis (27/8/2017) lalu terjadi saat JS memergoki R yang sedang mengambil solar di perahu milik salah seorang nelayan di Muncar. R kemudian menyiram solar

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.