loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

Luar Biasa...! Dalam 10 Hari, BPJS Terima Duit TKI Lebi dari 1,8 Miliar
SUARABMI.COM - Salah satu syarat calon TKI bisa proses rekom paspor dan ID adalah adanya bukti bahwa calon TKI sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan menyodorkannya ke dinas untuk mencetak rekom paspor dan ID.

Hingga Kamis (10/8) pagi, jumlah peserta yang mendaftar dan mengiur BPJS Ketenagakerjaan TKI sebanyak 14.847 orang. Dari jumlah tersebut , 11.847 TKI telah membayar iuran . Adapun nilai penerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 1.833.517.500. 

Hal tersebut terungkap dalam forum evaluasi BPJS Ketenagakerjaan TKI yang berlangsung di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (10/8). Evaluasi melibatkan para pemangku kepentingan seperti Kementerian Ketenagakerjaan, BNP2TKI, Kementerian Luar Negeri, Dewan Jaminan Sosial Nasional, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asosiasi PPTKIS dan masyarakat sipil.

Aktivis Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Ridwan Wahyudi yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, tujuan diadakannya forum tersebut untuk mengevaluasi program jaminan sosial TKI yang sejak 1 Agustus lalu dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

“Mereka juga menyampaikan informasi mengenai jumlah peserta yang mendaftar dan mengiur BPJS Ketenagakerjaan TKI. Tidak tanggung-tanggung, dalam 10 hari, nilai penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 1,8 miliar,” kata Wahyudi dalam keterangan tertulis kepada LiputanBMI, Kamis malam. 

Program jaminan sosial TKI, kata Wahyudi, telah mengalami babak baru dan terlihat adanya perbedaan dalam berkontribusi terhadap perlindungan TKI sejak dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan pada awal bulan lalu. 
[ads-post]
Menurutnya, perbedaan yang sangat signifikan terlihat ketika proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pengawasan dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat. 

“Gejalanya, ketika 10 hari program dijalankan, terdapat inisiatif untuk mengevaluasi program jaminan sosial TKI tersebut dengan melibatkan para stakeholder, termasuk masyarakat sipil ,” katanya. 

Namun, lanjutnya, meski BPJS Ketenagakerjaan dianggap lebih unggul, perlu adan perbaikan dalam hal sosialisasi dan infrastruktur kebijakan. 

“Setidaknya dapat kita nilai bahwa BPJS Ketenagakerjaan lebih unggul dalam partisipasi dan keterbukaan, tetapi perlu perbaikan dalam hal sosialisasi yang lebih massif dan infrastruktur kebijakan juga perlu ditambal,” jelasnya. 

Selain itu, dia menilai ada keragu-raguan TKI atas pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan karena tidak jelasnya norma hukum. 

“Kekurangjelasan mengenai norma hukum dalam pelaksanaan jaminan sosial TKI akan memicu keragu-raguan TKI atas pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan TKI,” ketusnya. 

Dia menambahkan bahwa kebanyakan TKI kurang begitu paham mengenai jaminan sosial, mereka masih menyamakan dengan konsorsium asuransi TKI. Hal itu yang terlihat dari interaksi dan komunikasi di dunia maya. 
BPJS Ketenagakerjaan, kata Wahyudi, harusnya lebih lincah dan gesit dalam menjangkau pengetahuan kepada TKI melalui diseminasi informasi yang lebih merata. 

“Tapi setidaknya, mereka telah melibatkan kami dan menyampaikan penerimaan duit, ini sebuah awal yang bagus. Tinggal kita lihat nanti pelayanan klaimnya,” tutupnya.

Salah satu syarat calon TKI bisa proses rekom paspor dan ID adalah adanya bukti bahwa calon TKI sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan menyodorkannya ke dinas untuk mencetak rekom paspor dan ID.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.