DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Dalam kurun waktu 11 hari, dilaporkan telah terjadi 2 kasus pencurian dan perampasan  mobil di Mong Kok. Kasus pertama yaitu terjadi pada tanggal 22 Juli di Mong Kok Road.  

Sebuah mobil yang masih baru, dibawa kabur oleh kawanan bandit saat pemilik mobil itu turun sebentar untuk membeli koran. Padahal mobil diparkir hanya berjarak sekitar 400 meter dari pemiliknya.

Sedangkan yang kedua,  terjadi pada tanggal 1 Agustus di sekitar Reclamation Street, Mong Kok. Pencuri membawa kabur sebuah mobil milik perusahaan  pemain senior Opera Kanton, Cheung Po Wah dan Chan Lai-Kwan (51), direktur Love and Faith Cantonese Opera laboratory. Mereka merasa terkejut dan tidak pernah menyangka bahwa perampasan mobil itu terjadi di siang bolong.

Pada hari Selasa (1/8) sekitar pukul 8 pagi, Chan  mengendarai mobil Toyota NOAH bersama Cheung dan pekerjanya seorang BMI pemilik akun Facebook Inayati Aena dari Yuen Long menuju Mong Kok untuk mengantarkan kedua anaknya sekolah. Mobil bernopol KW 2282 itu dibeli pada bulan Juli 2015 seharga HK$ 340.000 (US$ 43.500).

Pada hari itu, mobil diparkir di loading area, Shanghai Street. Seperti biasanya, mereka meninggalkan Inayati untuk mengawasi mobilnya.

Chan dan Cheung turun dari mobil untuk mengantar anak-anak ke dalam kelas di lantai 3. Mengingat suasana di tempat parkir yang sangat panas, mereka bermaksud hanya meninggalkan mobil sebentar lalu kembali lagi, sehingga tidak mengunci mobilnya.
[ads-post]
Berselang 5 menit, Inayati menelpon Chan untuk meminta bantuan. Chan tidak mengerti apa maksud perkataan BMI itu, sehingga hal pertama yang dilakukannya adalah segera berlari turun. Namun saat dia sampai di tempat parkir, mobilnya telah lenyap dibawa kabur pencuri. Dia segera menghubungi polisi.

Menurut keterangan, pencuri berusia sekitar 30 tahun, warga negara Cina, tinggi badan 165 cm, rambut hitam pendek, memakai kemeja lengan pendek warna abu-abu. Pencuri menyamar sebagai petugas dan mengatakan bahwa area parkir itu sedang dalam perbaikan. Dia  meminta Inayati turun dari mobil agar dia bisa lebih leluasa memindah posisi mobil itu. Ketika Inayati hendak menelpon bossnya untuk menanyakan kebenarannya, pencuri itu segera menariknya keluar dan membawa mobil kabur ke arah Argyle Street. Inayati berusaha menghalangi pencuri itu, namun gagal.

Kepolisian Mong Kok telah menangani kasus ini dengan melakukan investigasi dan melakukan pelacakan terhadap pelaku.

Chan mengatakan bahwa, Pekerjanya begitu shock dan menangis ketakutan. Dia segera menenangkannya. Dia mengatakan bahwa hilangnya mobil itu bukan atas kesalahannya, akan tetapi itu adalah kesalahan Chan sendiri yang telah meninggalkan mobilnya tanpa dikunci. Dia juga menambahkan, asalkan pekerja dan anak-anak selamat, dia sudah lega Oriental Daily melaporkan.

Menurut keterangan yang di himpun Koresponden BMI melalui pesan elektonik dengan Saudari Inayati, dia membenarkan kejadian yang menimpa dirinya itu. Akibat  kejadian ini ,ia merasa ketakutan dan berharap untuk semua BMI agar selalu waspada karena kejahatan dimana-mana. 

Dalam kurun waktu 11 hari, dilaporkan telah terjadi 2 kasus pencurian dan perampasan mobil di Mong Kok. Kasus pertama yaitu terjadi pada tanggal 22 Juli di Mong Kok Road.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.